Epidemiolog Papua Sebut Ada 5 Venue PON Berada di Zona Merah Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Futsal Papua berhadapan dengan Tim Futsal Sumut pada pembukaan pertandingan cabor Futsal PON XX Papua di GOR Futsal Timika, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/SAR Timika)

    Tim Futsal Papua berhadapan dengan Tim Futsal Sumut pada pembukaan pertandingan cabor Futsal PON XX Papua di GOR Futsal Timika, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/SAR Timika)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Papua, Hasmi, mengatakan 5 venue pada Pekan Olahraga Nasional XX 2021 atau PON Papua berada dalam zona merah Covid-19.

    “Penting diketahui tantangan dalam pelaksanaan PON XX semua venue PON yang saya sudah gambarkan zonanya itu masuk dalam kategori zonasi merah,” kata Hasmi dalam diskusi, Jumat, 24 September 2021.

    Hasmi tak menyebutkan venue mana saja yang berada di zona merah. Namun, dalam paparan yang disampaikan, 4 kabupaten dan kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan PON berada dalam risiko tinggi Covid-19 per 5 September 2021 hingga saat ini, yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika.

    Mengenai kapasitas respons Covid-19 di Papua, Hasmi mengungkapkan bahwa positivity rate per pekan ini sudah menurun menjadi 1,42 persen, dari sebelumnya selalu di atas 15 persen. “Artinya memadai. Rasio tes per 1.000 populasi per minggu juga membaik, yaitu 5,7 per 1.000 populasi,” ujarnya.

    Untuk kategori tracing atau pelacakan, Hasmi menilai upayanya belum memadai, yaitu hanya 14,5 persen. Rasio lacak isolasi juga baru mencapai 5,25. Padahal, kata dia, standarnya adalah 25. Untuk rasio kontak erat per kasus di Papua hanya 1 berbanding 2,47. Padahal, standar WHO adalah 1 berbanding 30.

    Mengenai treatment, Hasmi menilai sudah cukup memadai. Sebab, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit saat ini hanya 21,29 persen. Adapun standar dari Kementerian Kesehatan adalah 65-85 persen.

    Di sisi lain, Hasmi mengungkapkan bahwa belum semua kabupaten kota memiliki alat PCR. Dari 24 kabupaten yang memiliki kasus Covid-19, hanya ada 6 wilayah atau 25 persen yang memiliki alat PCR. Kemudian hanya 11 dari 24 kabupaten yang mesin TCM bisa melakukan tes Covid-19. 

    Lebih lanjut Hasmi menerangkan bahwa akupan vaksinasi Covid-19 di Papua untuk dosis pertama sudah mencapai 39,45 pesen, dan dosis kedua mencapai 22,3 persen dari target 70 persen. “Sangat jauh dari target untuk membentuk herd immunity,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.