Begini Cara Ojol hingga Desainer Grafis Berikan Empati kepada 57 Pegawai KPK

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para Pegawai KPK yang tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bersama Solidaritas Masyarakat Sipil melakukan aksi mendirikan kantor Darurat Pemberantasan Korupsi, di depan gedung ACLC Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 15 September 2021. Pendirian Kantor darurat ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia . TEMPO/Imam Sukamto

    Para Pegawai KPK yang tidak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bersama Solidaritas Masyarakat Sipil melakukan aksi mendirikan kantor Darurat Pemberantasan Korupsi, di depan gedung ACLC Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 15 September 2021. Pendirian Kantor darurat ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia . TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 57 pegawai KPK yang tidak lolos wawasan kebangsaan (TWK) diberhentikan. Ketua KPK Firli Bahuri telah menerbitkan keputusan tentang pemberhentian dengan hormat pegawai KPK tersebut. Surat Keputusan Nomor 1354 Tahun 2021 itu ditetapkan pada 13 September 2021. Dalam keputusannya, Firli Bahuri memberhentikan pegawai KPK terhitung mulai 30 September 2021.

    Penyidik senior, Novel Baswedan merupakan salah satu pegawai KPK yang dipecat. Ia menyadari bila upayanya memberantas korupsi akan berjalan dengan berat. Tak hanya berat, Novel menuturkan ada banyak risiko dan musuh yang dihadapi. Salah satu risikonya ialah disingkirkan dari lembaga tempat dia mengabdi. “Kami sadar dengan segala risikonya dan kami akan berbuat sebaik-baiknya,” kata dia di depan Gedung Anti-Corruption Learning Center, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.

    Dengan pemecatan 57 pegawai KPK, tak sedikit masyarakat yang bersimpati terhadap seluruh pegawai yang akan resmi dipecat pada 30 September 2021 mendatang. Hal ini juga ditunjukkan oleh akun Twitter @andikamalreza.

    Ia menuliskan dalam cuitannya, “Mohon izin. Kpd seluruh 57 pegawai KPK yg akan resmi dipecat per 30 Sept ini, saya menawarkan jasa desain & edit foto GRATIS sebisa & semaksimal saya. Siapa tahu dibutuhkan untuk keperluan buka usaha. Bisa kontak saya by DM ya. CC: @niwseir, @tatakhoiriyah, @yudiharahap46.”

    Cuitan tersebut juga dibalas oleh salah satu pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap. Yudi yang menjadi anggota KPK sejak 2007 melalui program Indonesia Memanggil jilid 2. Ia juga sudah menyelidiki berbagai kasus korupsi seperti, pengadaan KTP elektronik (e-KTP), kasus izin ekspor benih lobster (benur), serta kasus suap permasalahan pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) yang menyeret taipan Samin Tan.

    Terima kasih mas Kamal, salam hormat atas kebaikan hatinya, tadi riswin dan tata sudah sampaikan ke kawan-kawan,” ujar Yudi merespon cuitan dari akun @andikamalreza.

    Selain itu, respon-respon tersebut juga datang dari pemilik akun @tama28nda. Akun tersebut menuliskan, “Saya hanya ojol. Yg bs sy lakukan utk² orang² hebat di KPK 57 pegawai yg akan dipecat per 30 september. Jk kalian semua butuh transportasi jk ada di bd.lampung or sebaliknya saat sy ngojol di ibukota. Sy GRATIS kan semua utk kalian orang² hebat di KPK!!

    Pernyataan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pegawai KPK tersebut. Selain itu, mereka pun menyatakan kekesalannya di platform ini terhadap pemecatan tersebut. “Sakit hati saya saya setelah lihat video Mata Najwa hari ini,” ujar pemilik akun @andikamalreza setelah menyaksikan tayangan Mata Najwa yang bertajuk Cerita Pegawai KPK Terima SK Pemecatan - Nasib Pemberantas(an) Korupsi.

    Pernyataan bantuan untuk pegawai KPK juga tidak berhenti di 2 akun tadi. Pemilik akun @RumputBerbisik juga menuliskan, “Saya hanya orang yang ingin memajukan desa, yang bisa saya lakukan, bila 57 pegawai KPK yang butuh secara jelas usaha usaha apa yang bagus, saya bisa ajak keliling lihat usaha yang berjalan dan berpotensi bagus dan jelas sudah jalan.”

    Novel Baswedan pun ingin terus melawan. Tetapi, dia sadar usahanya itu belum tentu berhasil. Dia mengatakan tidak bisa berbuat banyak apabila pemerintah memilih membiarkan penyingkiran pegawai KPK. “Setidaknya sejarah mencatat kami berbuat baik,” tutur Novel. “Kami berupaya memberantas korupsi dengan sungguh-sungguh, tetapi ternyata kami yang diberantas.”

    GERIN RIO PRANATA 

    Baca: BEM SI Ultimatum Jokowi untuk Segera ANgkat 57 Pegawai KPK jadi ASN

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.