Ada Temuan Sekolah Jadi Klaster Covid-19, Pimpinan MPR Minta Evaluasi PTM

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru memberikan materi pelajaran kepada murid saat pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SD Negeri Manggarai 01, Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021. Kapasitas ruang kelas maksimal 50 persen untuk jenjang SD, SMP dan SMA/SMK sederajat dengan pengaturan jarak minimal 1,5 meter. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Guru memberikan materi pelajaran kepada murid saat pembelajaran tatap muka pada hari pertama di SD Negeri Manggarai 01, Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021. Kapasitas ruang kelas maksimal 50 persen untuk jenjang SD, SMP dan SMA/SMK sederajat dengan pengaturan jarak minimal 1,5 meter. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang menyebabkan klaster Covid-19 di sekolah. Dia menilai seharusnya sekolah tatap muka dipersiapkan matang agar menekan potensi terjadinya klaster baru.

    "Faktor keamanan bagi peserta didik dan tenaga pengajar harus dikedepankan dalam PTM," kata perempuan yang akrab disapa Rerie ini, Jumat, 24 September 2021. Ia menilai evaluasi harus dilakukan agar segera diketahui secara pasti masalah yang dihadapi sejumlah daerah dalam penyelenggaraan PTM.

    Rerie menurutkan sekolah tatap muka memang diharapkan mampu menekan ancaman learning loss terhadap para pelajar. "Namun apabila kondisi sejumlah daerah belum siap menggelar PTM jangan dipaksakan, karena malah mengancam keselamatan peserta didik dan pengajar," ujarnya.

    Munculnya klaster Covid-19 di sekolah diduga karena belum meratanya kesiapan para penyelenggara pendidikan dalam menyelenggarakan belajar tatap muka di kelas. Ia pun menyayangkan munculnya klaster tersebut. 

    Dia berharap langkah menghentikan sementara PTM segera dilaksanakan dan diikuti dengan upaya tes dan penelusuran yang masif untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas.

    Lebih lanjut, anggota Komisi X DPR itu mengajak masyarakat untuk membiasakan diri dengan norma-norma baru di masa pandemi Covid-19 ini. Ia menilai kepatuhan seluruh pihak terhadap aturan harus terus ditingkatkan agar tetap bisa berkegiatan dan hidup berdampingan dengan Covid-19. 

    Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek Jumeri sebelumnya mengatakan jumlah sekolah yang menjadi klaster penularan Covid-19 relatif kecil.

    Berdasarkan data Kementerian sejak awal pandemi hingga saat ini, kata Jumeri, dari 46.580 sekolah yang sudah melaksanakan PTM terbatas. Lalu ada 1.296 atau 2,8 persen sekolah yang melaporkan penularan Covid-19 atau klaster Covid-19. “Itu rekapitulasi sejak Maret 2020,” kata Jumeri kepada Tempo, Kamis, 23 Spetember 2021.

    Baca juga: Pemprov DKI Surati Kemdikbud Minta Data Klaster Covid-19 di Sekolah

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.