Didesak Mundur Usai Kebakaran Lapas, Yasonna Laoly: Kita Anteng-anteng Saja

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat memberikan keterangan soal kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 41 narapidana, Rabu 8 September 2021. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat memberikan keterangan soal kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang yang menewaskan 41 narapidana, Rabu 8 September 2021. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menanggapi dengan tenang desakan mundur dari jabatannya usai kebakaran Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang. Ia mengaku anteng dengan adanya desakan itu.

    "Kita ini anteng-anteng saja," kata Yasonna kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 September 2021.

    Yasonna mengatakan polisi sedang mengusut kasus kebakaran Lapas Tangerang. Ia mengajak publik untuk menunggu proses tersebut berjalan. Saat ini, kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara kebakaran itu.

    "Ya biarkan saja proses hukum berjalan. Kita tunggu saja (proses) polisinya," kata Yasonna.

    Di sisi lain, kata Yasonna, Kementerian Hukum dan HAM telah membentuk tim psikolog untuk mendampingi para korban. Ia mengatakan korban mengalami trauma psikologis yang cukup berat.

    Sedangkan 48 jenazah warga binaan yang meninggal sudah dikembalikan kepada keluarga dan dikuburkan. "Semua biaya kami tanggung, termasuk santunan sudah kami bayarkan," ujar Yasonna.

    Kemenkumham tinggal menunggu sikap dari keluarga seorang warga binaan berkewarganegaraan Nigeria. "Kalau keluarga minta kubur di sini atau dikremasi maka akan kami lakukan," kata politikus PDI Perjuangan ini.

    Desakan agar Yasonna Laoly mundur dilontarkan sejumlah pihak usai terjadinya kebakaran Lapas Tangerang yang menewaskan 40 lebih warga binaan. Desakan itu di antaranya berasal dari Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM) bersama LBH Jakarta, Imparsial, dan LPBH Nahdlatul Ulama Tangerang. Selain itu, politikus Partai Amanat Nasional Sarifuddin Sudding dan politikus Partai Gerindra Fadli Zon juga sempat melontarkan desakan senada.

    Baca juga: Kebakaran Lapas Tangerang, Kemungkinan Ada Tersangka Baru

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.