Aniaya Muhammad Kace, Polisi Periksa Irjen Napoleon Besok

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MUI dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecam isi video tersebut. Menurut dia, pernyataaan Muhammad Kece merupakan penghinaan. Saat ini pun Mabes Polri tengah mengusut menangani laporan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Muhammad Kece. YouTube

    MUI dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecam isi video tersebut. Menurut dia, pernyataaan Muhammad Kece merupakan penghinaan. Saat ini pun Mabes Polri tengah mengusut menangani laporan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Muhammad Kece. YouTube

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri akan memeriksa Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte pada Selasa, 21 September 2021. Ia bakal diperiksa ihwal dugaan penganiayaan yang dilakukannya terhadap Muhammad Kace.

    "Pemeriksaan NB dijadwalkan besok (21 September)," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian saat dihubungi pada Senin, 20 September 2021.

    Kace, tersangka kasus dugaan penistaan agama, mendapat perlakuan tidak menyenangkan selama mendekam di Rumah Tahanan Bareskrim Polri. Oleh Napoleon, yang merupakan sesama tahanan, Kace dipukuli.

    Selain itu, seluruh tubuh Kace juga dilumuri kotoran manusia oleh Bonaparte. "Wajah dan tubuh korban dilumuri kotoran manusia dengan cara menggunakan tangan pelaku. Kotorannya sudah dipersiapkan dan disimpan dalam kamar pelaku," kata Andi.

    Andi mengatakan, saat kejadian, Napoleon memerintahkan narapidana lain untuk memegangi tangan Kace serta mengambil kotoran yang sudah dipersiapkan. "Tapi NB langsung yang melakukannya," ucap dia.

    Kace lantas melaporkan Irjen Napoleon. Laporan itu diterima dengan nomor LP 0510/VIII/2021/Bareskrim Polri tertanggal 26 Agustus 2021.

    Baca juga: Polri Sebut Irjen Napoleon Lumuri Muhammad Kace dengan Kotoran Manusia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.