KPK Periksa 3 Anggota DPRD Mimika Dalam Kasus Korupsi Gereja

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara, Ali Fikri (kanan) memberikan paparan laporan Kinerja KPK Semester I Strategi Penindakan Tindak Pidana Korupsi, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2021. Selama semester I 2021, KPK telah melakukan 77 penyelidikan, menetapkan 32 tersangka dari total 35 surat perintah penyidikan (sprindik) yang diterbitkan, 53 penuntutan, dan 35 eksekusi. Sementara untuk perkara yang saat ini sedang berjalan sebanyak 160, dengan rincian 125 kasus merupakan carry over dan 35 kasus dengan sprindik yang diterbitkan tahun 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bersama Juru bicara, Ali Fikri (kanan) memberikan paparan laporan Kinerja KPK Semester I Strategi Penindakan Tindak Pidana Korupsi, di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2021. Selama semester I 2021, KPK telah melakukan 77 penyelidikan, menetapkan 32 tersangka dari total 35 surat perintah penyidikan (sprindik) yang diterbitkan, 53 penuntutan, dan 35 eksekusi. Sementara untuk perkara yang saat ini sedang berjalan sebanyak 160, dengan rincian 125 kasus merupakan carry over dan 35 kasus dengan sprindik yang diterbitkan tahun 2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap 3 anggota DPRD Kabupaten Mimika periode 2014-2019 dalam kasus korupsi pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 tahap 1 Tahun Anggaran 2015. Ketiganya adalah Eltinus Mom, Karel Gwinangge, dan Sony Henok.

    “Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Mimika,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, Jumat, 17 September 2021.

    Ali belum menjelaskan alasan mereka diperiksa dalam kasus ini. Namun, dia mengatakan ketiganya diperiksa sebagai saksi.

    Kemarin, KPK juga memeriksa 3 mantan anggota DPRD Mimika dalam kasus korupsi. Mereka adalah Saleh Alhamid, M Nurman Karupokaro, dan Matius Uwe Yanengga.

    KPK menyatakan tengah menyidik dugaan korupsi pembangunan gereja. Tetapi, komisi belum mengumumkan pihak yang menjadi tersangka di kasus ini. KPK juga belum menjelaskan detail perkara korupsi ini.

    Baca juga: Alasan Presiden Jokowi Perlu Melantik Penyidik KPK Tak Lolos TWK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.