Jepang Peringatkan Soal Ancaman Teror, BIN Ambil Langkah Antisipatif

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, 3 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelejen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, 3 Juni 2017. Tempo/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Intelejen Negara (BIN) mengambil langkah antisipatif terhadap potensi ancaman terorisme di wilayah Indonesia dengan terus mengoptimalkan deteksi dini dan cegah dini, serta mengembangkan partisipasi masyarakat melalui sistem lapor cepat. Hal ini setelah adanya peringatan dari Pemerintah Jepang terkait potensi ancaman teror di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara.

    "BIN juga bersinergi dengan aparat keamanan lainnya seperti Polri, TNI, dan BNPT guna mencegah potensi ancaman terorisme," kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat 17 September 2021.

    Menurutnya, peringatan dari Pemerintah Jepang merupakan hal yang wajar dilakukan oleh negara lain sebagai upaya untuk melindungi warga negaranya. "Masyarakat diharapkan dapat menyikapi informasi tersebut secara bijak. Masyarakat tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan, namun tetap perlu untuk membangun kewaspadaan," ucapnya.

    Ia memastikan penegak hukum memiliki komitmen dalam upaya melindungi warganya maupun warga negara asing di Indonesia, sebagaimana perlindungan WNI di negara lain. "Semua bekerjasama dan bersinergi secara berkelanjutan," ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengimbau perlu meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap seluruh ancaman aksi teror. Hal ini ia ungkapkan usai adanya terbitnya peringatan pemerintah Jepang tentang adanya ancaman serangan teror di Indonesia.

    "Perlunya kewaspadaan bersama, karena jaringan terorisme terus berupaya untuk melaksanakan aksinya di ruang publik," ujar Boy Rafli saat dihubungi pada Selasa, 14 September 2021.

    Kementerian Luar Negeri Jepang telah memperingatkan warganya yang berada di enam negara Asia Tenggara untuk menjauhi tempat ibadah dan kerumunan. Selain Indonesia, ada juga Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Adapun informasi yang diterima oleh pemerintah Jepang adalah adanya peningkatan risiko ancaman aksi teror seperti bom bunuh diri.

    Baca: Densus 88 Ungkap Sejumlah Peran Sentral Abu Rusydan di Jamaah Islamiyah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.