Hidayat Nur Wahid Minta Majelis Ulama Haramkan Golput

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid meminta Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa haram terhadap golongan putih atau golput. Hidayat menilai fatwa haram bisa mendongkrak keikutsertaan pemilih dalam pemilihan umum 2009. "MUI harus mengharamkan golput," katanya di Gedung MPR/DPR, Jumat (12/12).

    Fatwa haram terhadap golongan putih, lanjut Hidayat, tak berlebihan karena bertujuan menyukseskan pemilihan umum. Apalagi, kata Hidayat, sudah ada tokoh nasional yang mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya. "Ini akan jadi fatwa yang populis," kata Hidayat. 

    Undang-undang, jelas Hidayat, memang tak mewajibkan masyarakat menggunakan hak pilihnya. Fatwa haram dinilai akan menyadarkan masyarakat untuk memilih partai yang sesuai hati nuraninya. "Fatwa tidak harus memilih partai mana," kata Hidayat. 

    Hidayat membantah jika fatwa haram terhadap golongan putih yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia akan menyebabkan konflik horizontal di masyarakat. Sebelumnya, Abdurrahman Wahid atau Gusdur menyerukan masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya. "Efektivitasnya lihat nanti," kata Hidayat. 

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Istilah Unicorn yang Disebut Jokowi Saat Debat Menghadapi Prabowo

    Unicorn yang disebut Jokowi, pada Debat Pilpres menghadapi Prabowo, mengacu pada empat start up, yaitu Bukalapak, Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia.