Ketua YLBHI Sebut Pegawai KPK Dihukum Lewat Tes Abal-abal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati saat melakukan orasi di hadapan massa aliansi GEBRAK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati saat melakukan orasi di hadapan massa aliansi GEBRAK di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Oktober 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengatakan para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang mempertaruhkan hidupnya untuk Indonesia justru dihukum.

    “Dihukumnya tidak lewat pengadilan, tapi melalui tes yang kalau kita lihat isi dan prosesnya abal-abal,” kata Asfinawati dalam diskusi Jakartanicus, Kamis, 16 September 2021.

    Asfinawati mengatakan, para pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) tersebut distigma. Mungkin, kata dia, orang yang menstigma mengharapkan para pegawai tersebut tidak pernah bisa bangkit.

    Menurut Asfinawati, perjuangan yang dilakukan wadah pegawai KPK memberikan makna bahwa orang-orang di lembaga negara bisa bersatu bersama rakyat. “Bahwa kita masih ada harapan,” ujarnya.

    Asfinawati mengungkapkan, yang membuat Indonesia tidak memiliki harapan sebetulnya bukan rakyat, tetapi elite-elite politik. “Sampai kapan kita membiarkan Indonesia yang luar biasa kaya dan hebat mau dikangkangi segelintir elite-elite itu,” ucapnya. 

    Polemik antara KPK dengan pegawai yang tak lolos TWK masih terus berlanjut. Pada periode Mei 2021, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan 51 pegawai KPK dinyatakan tidak bisa bergabung lagi alias dipecat. Mereka akan diberhentikan per 30 September 2021. Surat keputusan pemberhentian tersebut telah ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Peringkat Pertama Covid-19 Recovery Index Asia Tenggara: Begini Kondis

    Indonesia berada di peringkat pertama di Asia Tenggara dalam Covid-19 Recovery Index yang dirilis media Jepang. Ada hal yang masih jadi perhatian.