Satgas: Aplikasi PeduliLindungi Tulang Punggung Penanganan Covid-19

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • :Kepala BNPB Ganip Warsito (kanan) mendengarkan penjelasan fasilitas yang dimiliki oleh Toyota Kijang Innova Ambulance dari General Manager Corporate Planning, Legal, and Social Responsibility Toyota-Astra Motor Andri Widiyanto (kiri) di Kantor Pusat BNPB, Jakarta Timur (8/8).

    :Kepala BNPB Ganip Warsito (kanan) mendengarkan penjelasan fasilitas yang dimiliki oleh Toyota Kijang Innova Ambulance dari General Manager Corporate Planning, Legal, and Social Responsibility Toyota-Astra Motor Andri Widiyanto (kiri) di Kantor Pusat BNPB, Jakarta Timur (8/8).

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satgas Covid-19 Ganip Warsito mengatakan masyarakat yang tak memiliki peranti (gadget) akan difasilitasi agar dapat menggunakan sistem aplikasi PeduliLindungi. Menurut dia sistem ini jadi tulang punggung penanganan Covid-19 di Indonesia. "Ke depan kami juga akan memfasilitasi bagi yang tidak memiliki gadget ataupun smartphone," kata Ganip Kamis, 16 September 2021.

    Ganip Warsito mengakui saat ini tak semua warga memiliki gadget untuk menggunakan PeduliLindungi. Padahal, aplikasi ini digunakan sebagai syarat akses publik untuk masuk ke beberapa fasilitas publik.

    Meski belum memiliki gadget, Ganip mengatakan warga yang sudah melakukan vaksin pertama maupun kedua, dipastikan sudah terdaftar ke dalam sistem PeduliLindungi. Mereka yang tak punya akses ke PeduliLindungi, telah diberikan bukti secara fisik yaitu surat keterangan sudah melakukan vaksin, lengkap dengan QR code.

    "Kemudian kalau yang sudah lengkap dua kali dosis mendapatkan kartu vaksin. Ini juga nanti bisa digunakan di dalam kegiatan-kegiatan warga di ruang-ruang publik," kata Ganip.

    Sistem aplikasi PeduliLindungi ini digunakan untuk mengetahui warga yang sudah melaksanakan vaksin. Aplikasi ini juga bisa melacak warga yang sudah melaksanakan PCR. Ganip meyakinkan bahwa  lab-lab PCR sudah terkoneksi dengan new all record (NAR) Kementerian Kesehatan sehingga datanya masuk ke sistem PeduliLindungi.

    Baca Juga: Kominfo Ungkap Cara Aman Menggunakan Aplikasi PeduliLindungi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rapor 2 Tahun Jokowi - Ma'ruf Amin, Beda Lembaga Beda Pula Hasilnya

    Pada 20 Oktober 2021, masa kerja Jokowi - Ma'ruf Amin tepat 2 tahun. Ada sejumlah lembaga mencatat ketidaksesuaian realisasi dengan janji kampanye.