Bantuan Alsintan Tingkatkan Produktivitas Petani Sumatera Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL – Kelompok tani di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa cultivator dan handsprayer. Produktivitas sektor pertanian di Sumbar diharapkan semakin melonjak drastis berkat bantuan tersebut.

    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerangkan di era 4.0 penggunaan alsintan merupakan ciri pertanian modern karena proses budidaya dilakukan dengan mekanisasi pertanian. "Alsintan merupakan sarana yang dianggap efektif meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Alsintan juga merupakan ciri pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern," kata Mentan Syahrul dikutip dari rilis, Rabu, 15 September 2021.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menambahkan, dengan alsintan, losses atau kerugian hasil panen raya petani dapat ditekan, sehingga produktivitas bertambah. Tak hanya itu, alsintan juga mampu menekan biaya produksi yang dikeluarkan petani dalam proses budidaya pertanian.

    "Penggunaan alsintan dapat meminimalisasi losses hasil budidaya pertanian. Dengan begitu, dapat dipastikan produktivitas pertanian akan meningkat," ujar Ali. 

    Saat mengolah lahan pertanian misalnya, Ali menilai petani cukup memerlukan satu orang saja sebagai operator alsintan. Dengan begitu, akan terjadi juga penghematan waktu dalam mengolah lahan jika menggunakan alsintan, sehingga masa tanam bisa dilakukan secara serentak. 

    Sementara itu, Direktur Alsintan Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan, Andi Nur Alamsyah mengatakan, alsintan dapat membantu percepatan proses budidaya pertanian. Baik itu percepatan olah tanah, percepatan tanam, hingga percepatan panen. Dengan begitu, petani pun bisa meningkatkan indeks pertanaman (IP)," ujarnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.