Menpora Amali: Venue PON XX Sudah Digunakan untuk Tes Event

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukses PON XX Papua adalah sukses untuk seluruh bangsa Indonesia. Demikian dinyatakan Menpora Amali saat menjadi narasumber pada TV Polri, secara daring dari Ruang Tele Conference Lantai 10 Graha Pemuda Senayan Jakarta Pusat, Selasa (14/9) siang.(foto:egan/kemenpora.go.id)

    Sukses PON XX Papua adalah sukses untuk seluruh bangsa Indonesia. Demikian dinyatakan Menpora Amali saat menjadi narasumber pada TV Polri, secara daring dari Ruang Tele Conference Lantai 10 Graha Pemuda Senayan Jakarta Pusat, Selasa (14/9) siang.(foto:egan/kemenpora.go.id)

    INFO NASIONAL-Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali memastikan persiapan fisik baik venue, tempat penginapan maupun transportasi untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua sudah rampung.

    “Persiapan kalau bisa dibilang sudah siap, karena bahkan sudah ada yang sekarang ini sudah melakukan tes event,” kata Menpora Amali saat menjadi narasumber di POLRI TV, Selasa 14 September.

    Menpora Amali pun mengungkapkan, sekitar dua mimggu yang lalu dia bersama Kapolri Listiyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto meninjau langsung empat kluster tempat penyelenggaraan PON yakni Kabupaten Jaya Pura, Kota Jayapura, Kabuapten Merauke dan Kabupaten Mimika. “Kalau persiapan secara fisik alhamdulillah, tinggal ya sedikit-sedikit yang harus dibenahi baik untuk venue maupun untuk penginapan,” katanya.

    Selain itu, sudah direkrut juga relawan  yang menjadi penghubung antara kontingen dan panitia. Para atlet dan kontingen yang datang ke Papua pun sudah divaksin. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi venue akan divaksin 70 persen sesuai arahan Presiden Joko Widodo. “Kedatangan Kapolri dan Panglima dua minggu yang lalu itu selain untuk meninjau dan memastikan target vaksinasi di sekitar venue,” ujarnya.

    Dalam kesempatan ini, Menpora Amali pun mengajak masyarakat untuk memandang biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur olahraga pada PON XX ini sebagai investasi untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Tentu tidak ternilai. Misalnya, infrastruktur yang dibangun itu tidak sia-sia setelah PON selesai,” katanya.

    Menurutnya, venue, tempat-tempat penginapan, kendaraan-kendaraan dan fasilitas olahraga yang ada dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan generasi muda Papua. Sementara fasilitas yang lainnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan universitas setempat untuk dijadikan asrama mahasiswa.

    “Satu hal yang tidak kita sadari bahwa menyiapkan kegiatan buat kaum muda kita, kaum remaja akan menghindarkan mereka untuk berbuat hal-hal yang negatif. Karena dia ada kegiatan-kegiatan yang positif yang dilakukan, sarana dan prasarana infrastruktur ini bisa digunakan oleh anak muda kita,” ujarnya.

    Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) juga mengatur terkait pembangunan 10 sentra olahraga di seluruh Indonesia, salah satunya di Papua. “Kita akan bangun sentra-sentra fasilitas olahraga untuk menjaring talenta-talenta dari berbagai daerah salah satunya adalah Papua. Kita menggunakan fasilitas itu untuk menjaring minat dan bakat yang kita tahu bahwa mereka punya daya tahan fisik yang kuat, punya kemauan, dan kerja keras,” katanya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.