Satgas Covid-19 Ingatkan Potensi Gelombang Ketiga, Diminta Disiplin Prokes

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanggal2020-07-23DeskripsiWiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa mata kuliah sarjana dan pascasarjana terkait analisis dan pembuatan kebijakan kesehatan. Covid19.go.id

    Tanggal2020-07-23DeskripsiWiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa mata kuliah sarjana dan pascasarjana terkait analisis dan pembuatan kebijakan kesehatan. Covid19.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia yang cukup terkendali saat ini harus dipertahankan secara maksimal. Hal itu itu penting agar Indonesia tidak masuk ke dalam gelombang ketiga seperti yang dialami beberapa negara.

    "Tugas besar kita sekarang mempertahankan kurva yang tengah melandai ini," ujar Wiku lewat keterangannya yang dikutip, Rabu, 15 September 2021.

    Berkaca dari dua gelombang sebelumnya, Wiku menyebut, ada dua hal yang harus dipelajari. Pertama, sungguh-sungguh menjaga protokol kesehatan (Prokes) seiring pembukaan aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Terlebih, ujar dia, dengan adanya varian delta yang terbukti lebih cepat menular. "Apabila kita mampu membatasi aktivitas sosial ekonomi, maka dampak dari varian tidak akan melonjak signifikan," katanya.

    Kedua, dengan melihat pola lonjakan di Indonesia yang berselang tiga bulan dari dunia serta negara lain seperti India, Malaysia dan Jepang, tutur Wiku, maka sikap waspada dan disiplin protokol kesehatan diharuskan agar tidak menyusul negara lain mengalami gelombang ketiga.

    Tren perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia baru saja melewati gelombang kedua pandemi pada Juli 2021. Sementara perkembangan kasus dunia sedang mengalami gelombang ketiga dengan kurva yang perlahan melandai.

    Wiku memaparkan, dunia sejauh ini telah mengalami tiga puncak kasus Covid-19 pada 2021, yakni Januari, April dan Agustus - September. Negara penyumbang total kasus Covid-19 terbanyak di dunia, Amerika Serikat saat ini tengah mengalami gelombang ketiga dan kurvanya perlahan melandai.

    Pola kenaikan kasus di Amerika Serikat, disebut mirip pola kenaikan kasus dunia. Terutama pada kenaikan Januari dan September. Hanya terdapat sedikit perbedaan pada April 2021, dimana kasus Covid-19 di dunia melonjak dan Amerika Serikat malah menurun.

    Sementara Jepang dan Malaysia memiliki pola kenaikan kasus persis dengan dunia dimana terjadi kenaikan tiga kali lonjakan pada Januari, April dan Agustus-September. Jepang sudah menurun, namun Malaysia masih berada di puncak ketiga.

    Ia menuturkan perkembangan kasus yang paling berbeda dengan negara-negara lainnya adalah di India yang mengalami lonjakan kasus pertama pada September 2020. Dimana negara lain belum mengalami lonjakan pertama. Namun, pada 2021, dimana negara lain mengalami puncak, India malah menurun dan mengalami puncak pada April 2021.

    Puncak kedua terus mengalami penurunan dan saat ini kurva kasusnya mendatar selama 2,5 bulan berturut-turut. "Melihat pola Indonesia, mengalami periode puncak kasus sama dengan periode dunia, AS dan Jepang, yaitu pada Januari 2021," kata Wiku.

    Namun uniknya, ketika dunia mengalami puncak kedua pada April, Indonesia mulai melandai. "Ketika Indonesia mengalami puncak kedua di Juli lalu, justru negara-negara lain dan dunia tidak mengalami kenaikan," ujar Guru Besar Universitas Indonesia ini.

    Dan pada September ini, lanjut dia, kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai sementara kasus dunia mengalami puncak ketiga. " Lonjakan kasus di Indonesia segera ditangani, sehingga dapat kembali melandai saat ini, dimana negara lain menunjukkan lonjakan ketiga. Perkembangan yang baik ini sudah sepatutnya diapresiasi," tuturnya.

    Per minggu ini, laju penambahan kasus nasional konsisten menurun selama delapan minggu berturut-turut. Penurunannya mencapai 88,9 persen dibandingkan puncak kedua.

    Kata Wiku, tantangan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia adalah kondisi demografis dan geografis. Indonesia sebagai bangsa besar memiliki 3,5 persen populasi dunia dan sebagai negara kepulauan memiliki luas wilayah melebihi luas wilayah di Eropa Barat. Untuk itu, ujar dia, pemerintah terus berupaya memperketat pintu masuk pendatang, membatasi mobilitas serta menggenjot vaksinasi.

    "Pemerintah akan mengupayakan secara maksimal target vaksinasi 40 persen populasi di setiap negara di akhir 2021, dan selanjutnya 70 persen di pertengahan 2022 sesuai arahan WHO," juru bicara Satgas Covid-19. 

    Baca juga: Satgas Covid-19 Ungkap Strategi Pemerintah Cegah Varian Mu Masuk Indonesia

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.