TNI-Polri Perbaiki Jembatan yang Diduga Dirusak KNPB di Papua Barat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Kodim 1015 Sampit mengebut pengerjaan pembuatan jembatan kayu di Desa Bapinang Hilir dan Babirah, Kotawaringin Timur. (Dok Istimewa)

    Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Kodim 1015 Sampit mengebut pengerjaan pembuatan jembatan kayu di Desa Bapinang Hilir dan Babirah, Kotawaringin Timur. (Dok Istimewa)

    TEMPO.CO, Maybrat - Personel TNI dari Kodam XVIII/Kasuari dan Polri di wilayah Maybrat memperbaiki fasilitas jembatan di kampung Fakario Kabupaten Maybrat yang disebut dirusak oleh kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

    Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Hendra Pesireron mengatakan jembatan penghubung di Kampung Fakario ini terputus belum lama ini. "Kondisi ini sangat membahayakan bagi pengendara maupun pejalan kaki yang melintas. Sehingga akses jalan tersebut tidak dapat dilalui sejak jembatan penyeberangan ini dirusak kelompok KNPB," ujar Kolonel Hendra, Selasa kemarin. 

    Dia berujar perbaikan jembatan penghubung ini merupakan perintah langsung Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa sebagai wujud kepedulian personel TNI-Polri untuk membantu kesulitan warga di wilayah Kabupaten Maybrat.

    Kapendam mengatakan bahwa satuan TNI yang terlibat dari Yonif RK 762, Yon Zipur 20 dan Kodim 1809/Maybrat bersama satuan Brimob Polda Papua Barat. "Para aparat bahu-membahu terjun langsung untuk memperbaiki jembatan dibantu alat berat seperti excavator, truk tronton, dump truck dan mesin cainsaw," katanya.

    Ia berharap dengan perbaikan jembatan aktifitas warga yang sebelumnya terhambat dapat normal kembali. "Selain itu juga bisa membantu mengurangi kekhawatiran warga sehingga kegiatan sehari-hari menjadi lebih efektif," ujar Kapendam XVIII Kasuari ihwal jembatan yang diduga dirusak oleh KNPB.

    Baca juga: Dituding Terlibat Serangan Markas TNI di Maybrat, KNPB: Kami Jadi Kambing Hitam

    HANS ARNOLD KAPISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.