Puan Maharani Minta Semua Pihak Tak Lengah Kendati Kasus Covid-19 Menurun

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan busana adat Minang/Foto: Setjen DPR RI

    Ketua DPR RI Puan Maharani mengenakan busana adat Minang/Foto: Setjen DPR RI

    TEMPO.CO, Jakarta- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani meminta seluruh pihak tetap waspada dan tak lengah kendati laju penularan Covid-19 menurun. Ia mengatakan kewaspadaan justru perlu ditingkatkan mengingat mulai terjadi pengabaian prosedur.

    Misalnya, tiga ribu lebih orang kedapatan berkeliaran meski terpapar Covid-19. Menurut Puan, ini menandakan perlunya pengetatan pengawasan.

    "Walaupun PPKM terus mengalami tren penurunan status, jangan lengah, jangan kendor, agar tidak lagi terjadi lonjakan kasus lagi," kata Puan dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 September 2021.

    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan ada 3.830 orang berstatus 'hitam' terdeteksi, lewat aplikasi PeduliLindungi, berkeliaran di tempat umum termasuk mal, bandara, stasiun, transportasi umum, hingga restoran. Status hitam itu berarti orang yang terpapar atau kontak erat dengan pasien Covid-19.

    Puan pun meminta Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerjunkan tim reaksi cepat jika mengetahui adanya orang berstatus hitam yang berkeliaran di tempat umum. Ia mengatakan, aplikasi PeduliLindungi bisa menjadi dasar pelacakan (tracing).

    "Pasien-pasien Covid-19 yang berada di tempat umum agar segera dilakukan karantina untuk menghindari penularan dan dirawat sebaik mungkin hingga mereka sembuh," ujar Puan.

    Menurut Puan, melandainya kasus Covid-19 harus dijadikan momentum berbenah, yakni dengan menyiapkan infrastruktur kesehatan khusus untuk menangani kasus-kasus Covid-19. Dengan infrastruktur kesehatan memadai, dia berharap tak ada lagi gelombang Covid-19 berikutnya.

    Puan pun meminta pemerintah mengoptimalkan mitigasi kemungkinan-kemungkinan yang muncul dari dampak Covid-19, mengingat virus Corona juga terus bermutasi. Ia mengingatkan perlunya memperkuat penanganan di hulu melalui program 3T (testing, tracing, treatment).

    Politikus PDI Perjuangan ini juga berpesan kepada pemerintah daerah untuk menggencarkan vaksinasi Covid-19. Capaian vaksinasi kini menjadi salah satu indikator penilaian PPKM oleh pemerintah pusat.

    "Ini jadi PR bagi pemerintah daerah sebab bisa saja wilayahnya kembali naik status PPKM jika target capaian vaksinasi tidak terpenuhi," kata Puan.

    Dalam aturan terbaru perpanjangan PPKM, pemerintah menambah sejumlah relaksasi seperti uji coba pembukaan bioskop dan tempat wisata untuk daerah dengan PPKM Level 3, 2, dan 1. Puan mengingatkan agar relaksasi tersebut tetap mempertimbangkan potensi terjadinya kerumunan.

    Puan Maharani mengapresiasi kinerja jajaran pemerintah sehingga kasus Corona di Indonesia terus mengalami penurunan. Menurutnya, keberhasilan perbaikan kasus Covid-19 merupakan buah dari gotong royong seluruh elemen bangsa, termasuk dari rakyat sendiri.

    Baca juga: Bima Arya Sebut Kasus Covid-19 di Bogor Melandai

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.