Pahlawan Perempuan itu Hajah Rangkayo Rasuna Said, Dari Maninjau ke Kalibata

Reporter

Hajjah Rangkayo (HR) Rasuna Said. wikipedia

TEMPO.CO, Jakarta - Hajah Rangkayo Rasuna Said merupakan wanita pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus pahlawan nasional Indonesia. Ia lahir 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Kemudian wafat di usia 55 tahun pada 2 November 1965, dan dikebumikan di
TMP Kalibata, Jakarta.

Melansir Jakarta Smart City di alamat smartcity.jakarta.go.id, HR Rasuna Said adalah pejuang wanita di masa kemerdekaan yang gigih memperjuangkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, ia dikenal sebagai sosok berkemauan keras dan berpengetahuan luas.

Sejak kecil, Rasuna Said telah mengenyam pendidikan Islam di pesantren, dan pernah menjadi satu-satunya santri perempuan. Sejak saat itu, Rasuna Said sangat memperhatikan kemajuan dan pendidikan bagi kaum perempuan. Ketika membantu mengajar, ia banyak mengajarkan wanita mengenai pendidikan sebagai fondasi kemajuan wanita di ranah Minang.

Selain mengajar, Rasuna Said turut memperjuangkan wanita lewat ranah politik, dengan bergabung di Sarekat Rakyat sebagai sekretaris cabang, kemudian menjadi anggota Persatuan Muslim Indonesia. Perempuan berdarah Minang ini kerap memberikan pidato berisi pesan anti kolonialisme di tengah masyarakat. Hal yang membuatnya menjadi wanita pejuang pertama yang terkena hukuman speechdelict, yaitu hukuman yang ditujukan pada orang-orang yang berbicara menjelek-jelekkan atau mendesak pemerintahan Belanda di depan umum.

Pada 1932, Rasuna Said ditangkap dan dipenjara oleh pemerintah Belanda karena kemampuan dan cara berpikirnya yang kritis. Setelah keluar dari penjara, Rasuna Said meneruskan pendidikan di Islamic College, pimpinan KH Mochtar Jahja dan Dr Kusuma Atmaja.

Rasuna Said juga dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pada tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi di majalah Raya. Majalah ini dikenal radikal, bahkan tercatat menjadi tonggak perlawanan di Sumatera Barat. Namun Polisi Rahasia Belanda (PID) mempersempit ruang gerak Rasuna dan kawan-kawan.

Pada 1937 di Medan, Rasuna mendirikan perguruan putri untuk menyebarluaskan gagasan-gagasannya dengan membuat majalah mingguan bernama Menara Poeteri. Koran ini banyak berbicara soal perempuan. Meski begitu, sasaran pokoknya adalah memasukkan kesadaran pergerakan, yaitu antikolonialisme, di tengah-tengah kaum perempuan. Rasuna Said menulis di rubrik Pojok. Ia sering menggunakan nama samaran: Seliguri, yang konon kabarnya merupakan nama sebuah bunga. Tulisannya dikenal tajam, kupasannya mengenai sasaran, dan selalu mengambil sikap lantang anti kolonial.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna Said duduk dalam Dewan Perwakilan Sumatera mewakili daerah Sumatera Barat. Ia diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS) karena kemauan politiknya yang sangat bagus dan sangat tajam. Kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

HR Rasuna Said meninggal pada 2 November 1965 di umur 55 tahun, dimakamkan di TMP Kalibata. Pada tanggal 13 Desember 1974, ia pun diangkat menjadi pahlawan nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 . Namanya sekarang diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

DELFI ANA HARAHAP

Baca: Kartini dan 5 Perempuan Pahlawan Emansipasi

 






Cerita Paman Korban Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya di Apartemen Kalibata

3 hari lalu

Cerita Paman Korban Balita Tewas Dianiaya Pacar Ibunya di Apartemen Kalibata

Pada tubuh balita tewas dianiaya ditemukan beberapa luka lebam, di antaranya di pinggang, paha dan mulut yang bernanah.


Tersangka Penganiayaan Balita Hingga Tewas di Apartemen di Kalibata Ditangkap

3 hari lalu

Tersangka Penganiayaan Balita Hingga Tewas di Apartemen di Kalibata Ditangkap

Ibu balita melaporkan ke polisi saat anaknya tersebut sudah tak bernyawa di rumah sakit. Tersangka penganiayaan tak lain kekasih ibu balita itu.


Riwayat Sawahlunto Menjadi Kota pada 1 Desember 1888

7 hari lalu

Riwayat Sawahlunto Menjadi Kota pada 1 Desember 1888

Sawahlunto resmi menjadi kota di Sumatera Barat pada 1 Desember 1888


Walhi Sumbar Protes Rencana Pemerintah Sumatera Barat Bangun Plaza di Lembah Anai

8 hari lalu

Walhi Sumbar Protes Rencana Pemerintah Sumatera Barat Bangun Plaza di Lembah Anai

Pembangunan plaza di kawasan air terjun Lembah Anai menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak, Walhi stermasuk yang protes keras.


10 Provinsi dengan Kenaikan Tertinggi UMP 2023, DKI Jakarta Tak Termasuk

9 hari lalu

10 Provinsi dengan Kenaikan Tertinggi UMP 2023, DKI Jakarta Tak Termasuk

Sejumlah gubernur mengumumkan UMP 2023. Kenaikan tertinggi ada di Sumatera Barat sebesar 9,15 persen dan terendah di Papua Barat sebesar 2,6 persen.


Cerita di Balik Rendang Jadi Simbol Empati Sumbar untuk Korban Gempa Cianjur

12 hari lalu

Cerita di Balik Rendang Jadi Simbol Empati Sumbar untuk Korban Gempa Cianjur

Rendang yang dikirim langsung dari daerah asalnya itu pun diharapkan dapat membantu meringankan beban korban gempa Cianjur.


Anak-anak Perempuan Bung Hatta, Siapa Saja yang Terjun ke Politik?

24 hari lalu

Anak-anak Perempuan Bung Hatta, Siapa Saja yang Terjun ke Politik?

Sekilas mengenal 3 putri Bung Hatta dan Rahmi Hatta: Meutia Farida Hatta, Gemala Hatta dan Halida Hatta, siapa yang tertarik dunia politik?


Isu Perang Bintang, Lemkapi: Ada yang Tak Suka Polri Tindak Jenderal Pelanggar Hukum

26 hari lalu

Isu Perang Bintang, Lemkapi: Ada yang Tak Suka Polri Tindak Jenderal Pelanggar Hukum

Edi Hasibuan mengatakan tidak ada perang bintang di tubuh Polri meski ada beberapa upaya menyerang secara pribadi kepada petinggi Polri.


Kemensos Berkolaborasi Bersihkan dan Rapikan TMPNU Kalibata

28 hari lalu

Kemensos Berkolaborasi Bersihkan dan Rapikan TMPNU Kalibata

Semangat para pahlawan sudah digelorakan sesaat sebelum digelarnya peringatan Hari Pahlawan


Payakumbuh Festive Run 2022 Dilaksanakan 18 Desember 2022, Bisa Daftar Sekarang

33 hari lalu

Payakumbuh Festive Run 2022 Dilaksanakan 18 Desember 2022, Bisa Daftar Sekarang

Payakumbuh Festive Run 2022 akan digelar pada 18 Desember 2022 kolaborasi komunitas lari bersama Pertamina. Bisa daftar mulai sekarang.