Pangkostrad Dudung Abdurachman: Semua Agama Benar di Mata Tuhan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangkostrad Mayjen Dudung Abdurachman saat mendapat penghantaran kehormatan dari Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 Juni 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Pangkostrad Mayjen Dudung Abdurachman saat mendapat penghantaran kehormatan dari Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 11 Juni 2021. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Komando Cadangan Strategis (Pangkostrad) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman meminta prajuritnya agar cermat dalam menyikapi berita yang beredar di media sosial. Ia mengingatkan agar mereka jangan mudah mengirim berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks.

    "Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," ujar Dudung seperti dikutip dari Instagram resmi Kostrad, @penkostrad, Selasa, 14 September 2021.

    Hal ini diungkapkan Dudung dalam kunjungan kerja ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin, 13 September 2021.

    Selain itu, Dudung mengatakan di masa pandemi Covid-19, para prajurit ia minta selalu bisa membentuk pola pikir positif mengenai kesehatan. Ia mengingatkan sumber dari sakit salah satunya berasal dari pola pikir.

    Ia pun mengimbau kepada seluruh prajurit agar selalu bersyukur, apapun pangkat yang kita dapatkan saat ini, karena semua manusia pasti mempunyai masalah masing-masing.

    "Sebagai prajurit, kita harus bersyukur dengan kondisi keluarga saat ini masih diberikan kesehatan, bersyukurlah mempunyai istri apapun bentuknya, karena itu semua adalah pilihan kita," kata Dudung.

    Dudung juga menekankan setiap latihan ataupun tradisi masuk satuan harus profesional dan proporsional.

    "Laksanakan lah pembinaan tradisi kepada prajurit yang baru masuk secara keras sesuai aturan, tetapi bukan kasar. Karena tujuan dari tradisi satuan adalah untuk membangun kebanggaan dan jiwa korsa ,tanpa kekerasan maupun tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan," kata Dudung Abdurachman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.