Jepang Antisipasi Ancaman Teror, BNPT Ingatkan Kewaspadaan Bersama

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Boy Rafli Amar diketahui menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi). Boy Rafli Amar yang kini resmi menjabat sebagai Kepala BNPT pada 6 Mei 2020 lalu, sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Wakalemdiklat), Kapolda Papua pada 2017, Kapolda Banten pada 2014-2016, Kabid Humas Polda Metro Jaya pada 2009, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri. Foto/Edwin Dwi Putranto/Republika/Pool

    Boy Rafli Amar diketahui menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian dan lulus pada tahun 1988 dengan pangkat Letnan Dua Polisi (Letda Polisi). Boy Rafli Amar yang kini resmi menjabat sebagai Kepala BNPT pada 6 Mei 2020 lalu, sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Wakalemdiklat), Kapolda Papua pada 2017, Kapolda Banten pada 2014-2016, Kabid Humas Polda Metro Jaya pada 2009, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri, dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri. Foto/Edwin Dwi Putranto/Republika/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengimbau perlu meningkatkan kewaspadaan bersama terhadap seluruh ancaman aksi teror. Hal ini ia ungkapkan usai adanya terbitnya peringatan pemerintah Jepang tentang adanya ancaman serangan teror di Indonesia.

    "Perlunya kewaspadaan bersama, karena jaringan terorisme terus berupaya untuk melaksanakan aksinya di ruang publik," ujar Boy Rafli saat dihubungi pada Selasa, 14 September 2021.

    Kementerian Luar Negeri Jepang telah memperingatkan warganya yang berada di enam negara Asia Tenggara untuk menjauhi tempat ibadah dan kerumunan. Selain Indonesia, ada juga Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

    Adapun informasi yang diterima oleh pemerintah Jepang adalah adanya peningkatan risiko ancaman aksi teror seperti bom bunuh diri.

    Namun, dilansir dari AP, enam negara tersebut mengaku tak menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi ancaman teror.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.