Soal Nama Azis Syamsuddin dkk di Dakwaan Robin, KPK: Akan Didalami

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi KPK. ANTARA

    Ilustrasi KPK. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan masih mendalami dugaan peran pihak lain seperti Azis Syamsuddin yang disebut dalam dakwaan menyerahkan duit ke Stepanus Robin Pattuju. KPK menyatakan semua alat bukti dan hasil pemeriksaan selama penyidikan akan dibuka di pengadilan.

    “Dugaan keterlibatan beberapa pihak yang disebutkan dalam surat dakwaan tersebut akan didalami lebih lanjut,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, Selasa, 14 September 2021.

    Ali mengatakan publik bisa mengikuti proses persidangan tersebut. Sidang terbuka untuk umum sehingga dapat diketahui fakta-fakta yang muncul selama proses persidangan. Namun, dia enggan membeberkan materi perkara. “Semua fakta-fakta dan rangkaian perbuatan para terdakwa akan dibuktikan oleh jaksa di persidangan,” kata Ali.

    Jaksa KPK sudah membacakan dakwaan untuk Robin dan pengacara Maskur Husain di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 13 September 2021. Jaksa mendakwa Robin menerima uang lebih dari Rp 11 miliar untuk mengurus perkara di KPK.

    Jaksa menyebutkan ada sejumlah orang yang diduga memberikan uang ke Robin. Di antaranya, Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M. Syahrial Rp 1,695 miliar; Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado Rp 3,099 miliar dan USD 36 ribu.

    Wali Kota Cimahi Ajay Priatna sebanyak Rp 507 juta; Usman Effendi Rp 525 juta; dan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sebanyak Rp 5,197 miliar. Atas dakwaan itu, Robin mengakui menerima uang kecuali dari Azis dan Aliza. Namun, Robin Pattuju mengatakan menipu orang-orang tersebut dengan janji bisa mengurus perkara di komisi antirasuah.

    Baca: 4 Fakta Sidang Robin Pattuju: Muncul Nama Azis Syamsuddin-Biaya Perkara Rp 1 M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.