Budiman Sudjatmiko Cs Usul Bentuk TPF Independen Usut Kebakaran Lapas Tangerang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi bangunan Blok C2 pascakebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, Rabu, 8 September 2021. Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu (8/9) dini hari. ANTARA/Handout

    Kondisi bangunan Blok C2 pascakebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, Rabu, 8 September 2021. Sebanyak 41 warga binaan tewas akibat kebakaran yang membakar Blok C2 Lapas Dewasa Tangerang Klas 1 A pada pukul 01.45 WIB Rabu (8/9) dini hari. ANTARA/Handout

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Mantan Narapidana Politik Orde Baru (KMNPOB) mengusulkan agar pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta Independen mengusut peristiwa kebakaran di Lapas Tangerang, Banten. Komunitas yang terdiri dari Budiman Sudjatmiko dkk ini meminta tim ini melibatkan kepolisian dan kelompok masyarakat sipil yang peduli terhadap isu pemasyarakatan dan HAM.

    Selain itu, KMNPOB juga mendesak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan segera mereformasi tata kelola pemasyarakatan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan warga binaan dan menjadikan isu hak asasi manusia bukan sekadar lips service.

    "Kami mendesak Dirjen Pemasyarakatan mengundurkan diri sebagai tanggungjawab kelalaiannya telah menyebabkan 44 orang narapidana terbakar dan meninggal dunia," demikian pernyataan sikap KMNPOB yang disampaikan secara tertulis, Senin, 13 September 2021.

    Mereka yang menandatangani pernyataan sikap, yakni; Petrus Hariyanto (Napol Partai Rakyat Demokratik atau PRD Tahun 1996-1999); Fauzi Isman (Napol Kasus Lampung, 1989-1998); Tri Agus Susanto alias TASS (Napol Pijar, 1995-1997); Wilson  (Napol PRD Tahun 1996-1998); Roso Suroso (Napol PRD Tahun 1996-1999); Isti Nugroho (Napol Kasus Diskusi Buku Pramoedya Ananta Toer); Eko Maryadi (Napol Aliansi Jurnalis Independen, 1995-1997); Ken Budha Kusumandaru (Napol PRD Tahun  1996-1998);  Budiman Sudjatmiko (Napol PRD Tahun 1996-1999); dan Jacobus Eko Kurniawan alias JEK, Napol PRD tahun 1996-1999)

    Kebakaran Lapas Tangerang terjadi pada Rabu dini hari pekan lalu. Titik kebakaran berada di Blok Chandiri 2 atau C2 dengan total 122 penghuni. Sebanyak 44 narapidana tewas dalam insiden ini. Keluarga korban menuntut agar kasus ini diselidiki secara tuntas.

    Perwakilan KMNPOB, Petrus Hariyanto menyebut
    Peristiwa kebakaran di penjara bukanlah perkara remeh. "Ini menyangkut masalah pengabaian hak asasi manusia (HAM) oleh negara. Kasus ini menunjukkan ada masalah serius dalam tata kelola pemasyarakatan di Indonesia," tuturnya.

    Polisi sudah menaikkan status perkara ini dari penyelidikan ke penyidikan. Setelah memeriksa 22 saksi dan melakukan gelar perkara, polisi menemukan adanya tindak pidana kelalaian atas peristiwa kebakaran di Lapas Tangerang. Namun, polisi belum menetapkan satu pun tersangka.

    Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri, penyidik masih harus memeriksa beberapa saksi lain. Ia mengatakan penyidik juga sudah menemukan titik terang soal asal mula kebakaran Lapas Tangerang, Banten. Namun, kata dia, temuan itu masih harus diuji di laboratorium. "Mudah-mudahan secepatnya ada hasilnya," kata Yusri saat dikonfirmasi, Jumat, 10 September 2021.

    DEWI NURITA | YUSUF MANURUNG

    Baca: Komisi Hukum DPR Minta Yasonna Selidiki Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.