Kepala BNPB Jelaskan 5 Tahap Menuju Epidemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNPB yang baru, Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) berbincang dengan Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Letkol (Mar) Muhammad Arifin (kanan) saat mengunjungi RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021. Ini merupakan kunjungan perdana Ganip setelah menggantikan Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Kepala BNPB yang baru, Letjen TNI Ganip Warsito (kiri) berbincang dengan Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Letkol (Mar) Muhammad Arifin (kanan) saat mengunjungi RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021. Ini merupakan kunjungan perdana Ganip setelah menggantikan Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaKepala BNPB atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Ganip Warsito mengatakan ada lima hal yang perlu disiapkan agar Indonesia bisa bertransisi dari status pandemi Covid-19 menuju epidemi. 

    Ganip yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 berharap semua pihak bisa menjalankan lima tahapan ini dengan disiplin. "Ini harapan saya selaku Kasatgas, untuk bisa pada posisi yang sedang menurun ini, bisa dijadikan masa transisi dari pandemi menuju epidemi," ujar Ganip, Minggu, 12 September 2021.

    Pertama, ia mengingatkan tentang protokol kesehatan 3M. Menurut dia,  masyarakat harus lebih diedukasi, sosialisasi dan mitigasi terhadap perubahan perilaku.

    Pembentukan posko PPKM berbasis mikro juga perlu dibuat. Selain itu, pembentukan Satgas Prokes di fasilitas umum perlu dilakukan. Tujuannya sebagai basis pengendalian di seluruh lapisan masyarakat.

    Kedua, kata Ganip Warsito upaya percepatan vaksinasi yang terus dilakukan oleh pemerintah. Ketiga adalah testing. Ia berharap setiap daerah bisa menyediakan minimal satu atau dua laboratorium PCR di tiap kabupaten/kota. Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan pengecekan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.

    Keempat ialah tracing. Tenaga tracing diupayakan diperbanyak, sehingga mampu mencapai target yang telah ditentukan yakni 1:15. Artinya apabila ada 1 orang yang terkonfirmasi positif, maka dapat dilakukan pengecekan terhadap 15 orang yang memiliki riwayat kontak erat.

    Terakhir ialah perawatan. Ganip meminta setiap daerah dihimbau dapat menyediakan tempat isolasi terpusat yang memadai. Selain itu, penguatan terhadap Puskesmas juga diperlukan dengan menyediakan tenaga kesehatan dan obat-obatan yang mencukupi.

    Satgas Covid-19, kata Kepala BNPB, berharap setiap Kabupaten/Kota minimal memiliki satu rumah sakit rujukan Covid-19 dengan kualifikasi instalasi oksigen generator bagi para pasien yang tergolong bergejala berat.

    Baca juga: Satgas Covid-19 Ungkap Strategi Pemerintah Cegah Varian Mu Masuk Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.