Epidemiolog Minta Warga Segera Vaksin Covid-19 dan Tak Pilih-pilih Merek

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menyuntikan vaksin pada seorang pelajar saat vaksinasi COVID-19 di SDN 04 Pagi di Kembangan, Jakarta Barat, 27 Agustus 2021. Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang. TEMPO/Fajar Januarta

    Petugas medis menyuntikan vaksin pada seorang pelajar saat vaksinasi COVID-19 di SDN 04 Pagi di Kembangan, Jakarta Barat, 27 Agustus 2021. Pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) yaitu 208.265.720 orang. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan meminta masyarakat segera mendapatkan vaksin Covid-19 dan tidak menunda dengan alasan pilih-pilih merek. "Risikonya dapat tertular Covid-19 karena masyarakat menunda vaksinasi," tutur Iwan, Minggu, 12 September 2021.

    Iwan mengingatkan saat ini penularan kasus Covid-19 masih tinggi. Vaksinasi merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah penularan dan mengurangi risiko berat bila terpapar Covid-19. 

    Ia menegaskan semua merek vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah melewati kajian para pakar dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Jadi, semua sudah terbukti efektif dan aman. Masyarakat harus segera vaksin saat mereka dapat kesempatan," kata Iwan. 

    Senada dengan itu, epidemiolog Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKK MK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad menilai ada banyak hal yang melatarbelakangi masyarakat sehingga pilih-pilih merek vaksin. "Kemungkinan karena informasi yang beredar terkait masing-masing vaksin," kata Riris.

    Riris menilai risiko masyarakat yang terus pilih-pilih merek vaksin adalah terinfeksi Covid-19 hingga mengalami tingkat keparahan akibat virus tersebut. "Semakin cepat divaksin, risiko terpapar Covid-19 yang parah dapat dihindari," kata Riris.

    Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengakui ada sebagian masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin Covid-19. Umumnya, hal itu terjadi karena beredarnya hoaks tentang efek samping vaksin.

    Ia berharap masyarakat segera mengikuti vaksinasi dengan merek apa pun. Tujuannya agar Indonesia segera keluar dari pandemi dan terciptanya kekebalan komunal.

    Hingga saat ini Indonesia telah mendatangkan 225,4 juta dosis vaksin. Rinciannya, vaksin Sinovac dalam bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis, Sinovac dalam bentuk bulk 153,9 juta dosis, AstraZeneca 19,5 juta dosis, Moderna delapan juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis dan Sinopharm 8,25 juta dosis.

    Hingga Sabtu, 11 September 2021 sebanyak 72.248.720 orang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama, 41.534.340 menerima vaksin dosis kedua, dan 775.725 sudah memperoleh vaksin dosis ketiga. Target sasaran program vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720.

    Baca juga: Cerita Menlu Retno Marsudi 18 Bulan Tak Berhenti Mencari Vaksin Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.