Wisata Bali Bersiap Dibuka, Sosiolog Ingatkan Revenge Travel

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung mengunjungi Pantai Canggu yang ditutup saat PPKM Darurat di Kuta Utara, Bali, Ahad, 4 Juli 2021. Puluhan wisatawan dan warga lokal masih mengunjungi pantai meski dipasang tanda larangan selama masa PPKM Darurat. Johannes P. Christo

    Sejumlah pengunjung mengunjungi Pantai Canggu yang ditutup saat PPKM Darurat di Kuta Utara, Bali, Ahad, 4 Juli 2021. Puluhan wisatawan dan warga lokal masih mengunjungi pantai meski dipasang tanda larangan selama masa PPKM Darurat. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Sosiolog Universitas Udayana, Wahyu Budi Nugroho, meminta agar tetap mewaspadai ancaman gelombang ketiga Covid-19 usai dibukanya mal dan beberapa tempat wisata Bali. Secara khusus, ia mengingatkan ihwal fenomena revenge travel (peningkatan wisatawan).

    "Dari fenomena revenge travel (peningkatan wisatawan) pascapembukaan mal dan beberapa tempat wisata yang patut diwaspadai dari fenomena ini adalah ancaman gelombang ketiga Covid-19," ujar Wahyu mengutip Antara, Ahad, 12 September 2021. 

    Ia mengatakan publik harus selalu waspada ketika berada di tempat umum yang rentan terjadi kerumunan. Apalagi masih ada kemunculan varian baru Covid-19, yakni varian Mu.

    Wahyu menekankan fenomena revenge travel dipopulerkan oleh negara-negara yang sudah memvaksin penduduknya lebih dari 50 persen. "Bagaimana dengan di Indonesia? Nah, ini yang sebenarnya jadi perhatian banyak pihak," ujarnya.

    Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak terutama pemerintah dan pelaku usaha agar sigap dan siap menghadapi situasi yang makin dinamis.
    Ia menilai masih diperlukan pembatasan kunjungan wisatawan dan sosialisasi untuk terus menerapkan protokol kesehatan. 
    Ia menyatakan bisa saja diterapkan pembatasan wisatawan dengan cara mendaftar secara online. Objek wisata itu bisa dimulai dari lokasi yang dikelola secara profesional seperti mal, museum, kebun binatang, atau objek-objek wisata yang dikelola pemerintah.
    Wahyu mengingatkan untuk lokasi wisata lokal, khususnya objek wisata Bali, kedisiplinan pelaku pariwisata lokal dan aparat masih diperlukan untuk memastikan ditaatinya protokol kesehatan, . 

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.