Upaya Merampas Demokrat Masih Terjadi: Tagar di Medsos hingga Teror ke Pengurus

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan terkait penolakan KLB di Deli Serdang usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia, di Jakarta, Ahad, 7 Maret 2021. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan terkait penolakan KLB di Deli Serdang usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia, di Jakarta, Ahad, 7 Maret 2021. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menjelaskan maksud ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono, ihwal masih berlanjutnya upaya pengambilalihan partai. Herzaky mengatakan upaya-upaya itu meliputi gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara, tagar-tagar di media sosial, hingga pesan teror ke pengurus partai.

    "Pascakeputusan Kemenkumham mengenai penolakan hasil KLB Deli Serdang para perusak demokrasi masih berupaya menggugat dan membatalkan keputusan pemerintah melalui jalur PTUN," kata Herzaky kepada Tempo, Sabtu, 11 September 2021.

    Kubu Kongres Luar Biasa Partai Demokrat Deli Serdang, yang memenangkan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum, memang mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta. Mereka menggugat keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menolak pengesahan hasil KLB.

    Herzaky menyitir pendapat kuasa hukum DPP Demokrat, Hamdan Zoelva. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menilai gugatan itu kadaluarsa dan tak berdasar hukum.

    Salah satu pesan WhatsApp yang diterima pengurus DPP Partai Demokrat di bawah kepengurusan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Istimewa.

    Selain itu, Herzaky menyebut masih ada upaya manipulasi fakta di depan publik. "Termasuk mendorong tagar-tagar manipulatif di media sosial, serta teror-teror melalui WhatsApp ke pengurus baik di pusat maupun di daerah," katanya.

    Ia menunjukkan salah satu pesan yang diterima para pengurus Demokrat. Yakni sebuah poster bergambar wajah Moeldoko, disertai logo Partai Demokrat dan tulisan "Bersama Moeldoko Membangun Negeri".

    "Bersama Moeldoko Partai Demokrat Jaya selama 2 Dekade. Hidup Moeldoko yang menghancurkan dinasti Cikeas!" begitu bunyi pesan yang mengiringi poster itu.

    Poster lainnya masih bergambar wajah Moeldoko, disertai tulisan "Demokrat S14P! 20 Tahun Partai Demokrat" dan "Demokrat untuk Negeri".

    "Seakan-akan ada 'darah segar' yang dikucurkan akhir-akhir ini, sehingga pergerakannya menggeliat lagi," kata Herzaky.

    Tempo berupaya meminta konfirmasi kepada Juru Bicara pihak KLB Demokrat Deli Serdang pendukung Moeldoko, Muhammad Rahmad perihal pesan berantai yang menggunakan nama dan foto Moeldoko. Namun hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan dari kubu Moeldoko.

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyebut bahwa upaya pengambilalihan partainya masih berlangsung. AHY menyebut masih ada pihak-pihak yang ingin merongrong partai di bawah kepemimpinannya.

    "Perjuangan belum selesai. Pada kesempatan yang baik ini, saya melaporkan kepada seluruh kader Demokrat, juga masyarakat Indonesia, bahwa sampai dengan hari ini, upaya untuk merampas Partai Demokrat masih terus berjalan," ujar AHY dalam perayaan HUT ke-20 tahun Partai Demokrat, Kamis, 9 September 2021.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | DEWI NURITA

    Baca: AHY Tegaskan Demokrat akan Selalu di Luar Pemerintahan

    Catatan koreksi:
    Berita ini telah mengalami penambahan tulisan pada Sabtu 11 September 2021 pukul 19.17 perihal upaya konfirmasi kepada kubu Moeldoko 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.