Sebelum Ditangkap, 2 Terduga Teroris Sedang Jalani Pembinaan Kembali ke NKRI

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Kudus - Kepala Polres Kudus Ajun Komisaris Besar Aditya Surya Dharma mengatakan terduga teroris berinisial T atau AR yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri di Depok, 10 September merupakan warga Kudus.

    "Dia merupakan warga Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus," ujarnya di Kudus, Sabtu 11 September 2021.

    Bahkan ia menyebut, Polres Kudus melakukan pemantauan serta menjalin komunikasi dengan T sebagai bentuk pembinaan agar kembali ke jalan NKRI. Aditya tidak menyangka mereka masih aktif di jaringan terorisme karena sebelumnya sudah ada upaya pendekatan dengan harapan mereka pensiun.

    Kepala Desa Prambatan Kidul Sutopo juga membenarkan bahwa T memang warganya. Akan tetapi belum bisa memastikan apakah yang ditangkap di Depok memang benar T warganya atau orang lain. Apalagi, beberapa pekan sebelum penangkapan juga masih terlihat di Kabupaten Kudus.

    Camat Kaliwungu Agus Budi Satriyo menambahkan bahwa jika T"yang dimaksudkan warga Desa Prambatan Kidul, memang masih ber-KTP Kudus.

    "Sebelumnya, yang bersangkutan juga masih aktif mengisi pengajian sehingga terkejut juga dengan informasi penangkapan tersebut," ujarnya.

    AR disebutkan merupakan tokoh Jamaah Islamiyah (JI) yang pernah ditangkap 15 tahun lalu karena menyembunyikan pelaku pengeboman malam natal (2000) dan bom Bali (2002).

    Baca: Polri: Salah Satu Terduga Teroris yang Ditangkap adalah Dewan Syuro JI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.