Bamsoet Respons Isu Aktual Covid-19

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, saat peresmian kantor IMI Pusat di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta

    Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, saat peresmian kantor IMI Pusat di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta

    INFO NASIONAL – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Bambang Soesatyo merespons berbagai isu aktual tentan Covid-19. Ia meminta Kementerian Kesehatan melakukan tindak lanjut untuk mengatasi persebaran varian virus tersebut.

    Bamsoet mengutip data per 27 Agustus 2021 yang menyebutkan persebaran varian baru virus corona di Indonesia mencapai 2.310 orang, tersebar di 33 provinsi, Rinciannya yakni varian delta sebanyak 2.229, alpha sebanyak 64, dan beta 17.

    Karena itu, ia meminta Kemenkes mengklasifikasikan dan menginformasikan kepada masyarakat terkait jenis varian baru virus tersebut, apakah termasuk dalam variant of concern atau varian of interest. “Jelaskan kepada masyarakat bagaimana strategi dan penanganan yang tepat untuk menanggulangi dan mencegah meluasnya penyebaran varian baru virus tersebut,” kata Bamsoet.

    Ia juga meminta Kemenkes bersama peneliti dan pakar biomolekuler melakukan kajian mengenai efektivitas vaksin dalam menangkal varian baru virus tersebut, terlebih Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan varian alpha, beta, gamma, dan delta masuk kategori paling dikhawatirkan.

    Kemenkes, kata Bamsoet, wajib melakukan pelacakan varian baru virus corona melalui surveillance genome atau pemantauan genom virus, agar varian tersebut tidak semakin meluas dan menimbulkan gelombang kasus baru. Pemerintah harus melakukan upaya preventif secara maksimal dari hulu ke hilir, guna mencegah masuknya varian baru covid-19 ke Indonesia.

    Terkait vaksinasi, karena hasil  survei Media Survei Nasional/Median bersama Party Watch Institute menyebut masih ada sekitar 45,7 persen masyarakat tidak mau divaksin, Bamsoet meminta Kemenkes menyusun strategi dan teknik penyampaian informasi dengan upaya persuasif kepada masyarakat agar bersedia divaksin.

    “Pemerintah patut mengklarifikasi berita-berita hoaks mengenai vaksin atau mengantisipasi kelompok-kelompok anti vaksin yang sering menyampaikan bahwa vaksin tidak bermanfaat bagi kesehatan manusia. Hal ini bisa berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat untuk diberikan vaksin,” kata Bamsoet.

    Demikian pula tentang Covid-19 varian mu, Bamsoet mendukung langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyusun aturan perjalanan internasional untuk mencegah masuknya varian tersebut.

    Kemenhub patut bersinergi serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Satgas Penanganan Covid-19 dan Ditjen Imigrasi dalam melakukan penyusunan dan pembahasan terkait regulasi perjalanan internasional.

    Kemenhub juga harus bekerja sama dengan TNI-Polri untuk membantu  memperketat pengawasan pintu keluar-masuk bandara maupun pelabuhan internasional, terutama terhadap warga negara Indonesia ataupun warga negara asing yang akan masuk ke Indonesia.

    Terakhir, tentang perbaikan pengendalian belum merata pada berbagai aspek, Bamsoet meminta pemerintah daerah lebih meningkatkan penanggulangan dan penanganan Covid-19 yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya masing-masing. Pemerintah pusat harus membantu dan mendorong upaya pemerintah daerah di luar wilayah Jawa-Bali untuk mempercepat program vaksinasi Covid-19.

    Ia juga meminta komitmen pemerintah daerah, terus berupaya mengendalikan dan menekan kasus Covid-19, serta tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, mengingat ada kemungkinan terjadi peningkatan yang memperburuk keadaan pada setiap aspek dan indikator. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.