Wakil Ketua MPR: Maksimalkan Aplikasi PeduliLindungi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

    Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.

    INFO NASIONAL – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat berharap aplikasi PeduliLindungi dan sejumlah sarana pendukung lainnya dalam pengendalian penyebaran Covid-19 di tanah air dapat dimaksimalkan.

    "Selama ini pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi sekadar dimanfaatkan untuk skrining di sejumlah area kegiatan publik, diharapkan fungsi aplikasi tersebut bisa dimaksimalkan untuk pelacakan orang yang terindikasi terpapar Covid-19 dalam rangka pengendalian penyebaran virus korona," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 10 September 2021.

    Dalam evaluasi penerapan aplikasi PeduliLindungi di enam sektor kehidupan masyarakat, pemerintah menemukan fakta bahwa masih ada masyarakat yang bepergian kendati terkonfirmasi positif Covid-19.

    Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Senin silam mengungkapkan, lewat aplikasi PeduliLindungi pihaknya berhasil menjaring 1.625 kasus penderita Covid-19 dan kontak erat masih berkeliaran, sebagian besar terdeteksi saat akan masuk mal.

    Menurut Lestari, berdasarkan temuan tersebut aplikasi PeduliLindungi bisa dimaksimalkan pemanfaatannya, sehingga bisa memperkuat upaya pelacakan penderita Covid-19 dan kontak erat, dalam upaya meningkatkan pengendalian penyebaran virus korona, terlebih pada fase tren jumlah kasus positif Covid-19 menurun saat ini.

    Semakin banyak orang yang mengakses aplikasi tersebut, tambah anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, semakin akurat juga upaya pemantauan yang dilakukan lewat aplikasi PeduliLindungi. Hingga saat ini tercatat baru sekitar 20,9 juta orang dari 270 juta penduduk Indonesia yang mengunduh aplikasi tersebut.

    Rerie berharap, pemanfaatan sejumlah sarana pendukung lainnya dalam upaya pengendalian Covid-19 di tanah air juga terus ditingkatkan dalam proses membangun suatu norma baru dalam kehidupan keseharian masyarakat.

    Berbagai upaya pengendalian dalam keseharian di era pascapandemi itu, menurut Rerie, merupakan tahapan yang harus dilalui dan memerlukan dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk menyukseskannya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.