Jokowi Ingatkan Masyarakat Tak Euforia Meski Sudah Divaksin

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar di SMK PGRI 2 Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa 7 September 2021, di mana dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 siswa-siswi SMK menerima suntikan dosis pertama vaksin Sinovac. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar di SMK PGRI 2 Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Selasa 7 September 2021, di mana dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.000 siswa-siswi SMK menerima suntikan dosis pertama vaksin Sinovac. ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah akan memulai proses transisi dari pandemi ke endemi. Ia menegaskan bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat, maka dari itu masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan virus tersebut.

    “Kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan juga mulai belajar hidup bersama dengan Covid," ujar Jokowi usai meninjau kegiatan vaksinasi Covid-19 di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Yogyakarta, Kabupaten Bantul, pada Jumat, 10 September 2021.

    Jokowi terus mengingatkan agar masyarakat tidak euforia berlebihan dan abai akan protokol kesehatan utamanya memakai masker, kendati sudah divaksin.

    "Ini penting saya sampaikan agar kita tidak euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan, karena kita semuanya, masyarakat harus sadar bahwa Covid selalu megintip kita, sehingga protokol kesehatan harus terus dilakukan terutama memakai masker," tuturnya.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa dalam masa transisi ini masyarakat sudah dapat memulai beraktivitas dengan menyesuaikan level PPKM di daerah masing-masing.

    “Masyarakat juga harus menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan juga segera divaksinasi bagi yang belum. Testing, Tracing, Treatment termasuk isolasi terpusat harus digalakkan agar identifikasi potensi kasus baru dapat segera dimitigasi,” ujar Budi.

    Selain itu, Budi mengatakan bahwa hidup bersama dengan Covid-19 merupakan kenyataan yang harus dihadapi bersama.

    “Setelah mendengarkan masukan dari para epidemiolog yang mengingatkan bahwa covid tidak akan hilang dalam waktu dekat. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk bersiap hidup bersama Covid-19, menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin dan vaksinasi merupakan kunci dalam mengendalikan Covid-19 ini,” tuturnya.

    Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyebut ada tiga strategi pengendalian pandemi yang akan menjadi kunci utama dari transisi kehidupan ketika pandemi Covid-19 menjadi epidemi.

    Tiga strategi tersebut adalah percepatan dan peningkatan cakupan vaksinasi, testing, tracing, treatment yang baik, dan kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi. "Sistem PeduliLindungi akan menjadi integrator utama dari tiga strategi tersebut, sehingga bisa meminimalkan penularan Covid-19 ketika kita membuka kembali aktivitas masyarakat," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.