Top Nasional: Kabar Tersangka Azis Syamsuddin dan Harta Jokowi Naik

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin bersiap meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Azis tampak bungkam setelah menjalani pemeriksaan selama 9 jam. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin bersiap meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021. Azis tampak bungkam setelah menjalani pemeriksaan selama 9 jam. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepanjang Kamis, 9 September 2021 ada dua berita paling terpopuler di kanal nasional Tempo.co. Pertama soal kabar tersangka Azis Syamsuddin. Kedua tentang harta kekayaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang bertambah. Berikut rangkumannya.

    Harta Jokowi Naik Rp 8,9 M

    KPK mencatat sebanyak 70,3 persen harta kekayaan para pejabat negara naik selama setahun terakhir atau di masa pandemi Covid-19. Penelusuran Tempo, salah satu pejabat yang harta kekayaannya naik adalah Presiden Jokowi. Dalam setahun terakhir, harta kekayaan Jokowi naik sekitar Rp 8,9 miliar.

    Tempo mengakses data kekayaan Jokowi lewat laman e-lhkpn KPK. Berdasarkan laporan periodik 2020, yang disampaikan pada 13 Maret 2021, total harta kekayaan Jokowi lebih dari Rp 63 miliar, tepatnya Rp63.616.935.818.

    Harta Jokowi terdiri dari 20 tanah dan bangunan senilai Rp 53.281.696.000. Sebanyak 19 tanah dan bangunan Jokowi tersebar di berbagai daerah Jawa Tengah dan satu bangunan senilai Rp 3,5 miliar di Kota Jakarta Selatan.

    Selanjutnya, alat transportasi dan mesin senilai Rp 527.500.000. Untuk kendaraan, Jokowi memiliki tujuh mobil dan satu motor. Lalu, harta bergerak lainnya senilai Rp 357.500.000, kas dan setara kas senilai Rp 10.047.790.536. Jokowi juga memiliki hutang senilai Rp 597.550.718.

    Jika dibandingkan dengan periode setahun sebelumnya, total kekayaan Jokowi berjumlah Rp 54.718.200.893. Aset tanah dan bangunan serta kendaraan juga masih sama jumlahnya, hanya nilainya yang berubah sesuai apresiasi nilai aset.

    Pada 2019, tanah dan bangunan Jokowi senilai Rp 45.643.588.000 dan alat transportasi dan mesin Rp 647.500.000. Kemudian harta bergerak lainnya senilai Rp 360.000.000 serta kas dan setara kas senilai Rp8.928.471.262. Pada 2019, Jokowi juga memiliki hutang senilai Rp 861.358.369.

    Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan sebelumnya mengatakan, kenaikan pada LHKPN bukanlah dosa, selama masih dalam statistik yang wajar. Kenaikan harta kekayaan, kata dia, tak lantas menunjukkan seorang pejabat adalah koruptor. Sebab boleh jadi, kenaikan tersebut karena ada apresiasi nilai aset.

    Dia menerangkan, ada beberapa sebab lain harta kekayaan seorang pejabat naik. Antara lain, penambahan aset, penjualan aset, pelunasan pinjaman, hingga harta yang baru dilaporkan.

    "Misalnya saya punya tanah, NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) naik maka di LHKPN saya laporkan naik. Jadi, tiba-tiba LHKPN saya tahun depan naik jumlahnya," kata dia dalam webinar LHKPN di YouTube KPK, Selasa, 7 September 2021.

    Kabar Tersangka Azis Syamsuddin

    Berikutnya soal kabar status tersangka Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam perkara suap. Kabar mengenai peran Azis terungkap lewat petikan dakwaan terhadap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju. Dalam petikan dakwaan yang diunggah di SIPP Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Azis dan Aliza Gunado disebut memberikan duit Rp 3 miliar dan US$ 36 ribu kepada Robin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.