Kasus Pencabulan, Anggota Dewan di NTT Divonis 8 Bulan Penjara

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencabulan. Shutterstock

    Ilustrasi pencabulan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Kupang - Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jean Neonufa hanya divonis 8 bulan penjara oleh Hakim Pengadilan Negeri Soe dalam kasus pencabulan kepada wanita, DLS.

    Dalam sidang putusan yang dipimpin hakim ketua, Jhon Leuwol dan anggota, Anwar Roni Fauzi dan Bagas BN Satata, Kamis, 9 September 2021 memvonis terdakwa 8 bulan penjara, karena terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap DLS.

    "Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kesusilaan, oleh karena itu terdakwa dijatuhi hukuman pidana selama 8 bulan penjara," tegas hakim ketua, Jhon Leuwol saat sidang putusan kasus pencabukan di Pengadilan Negeri Soe, Kamis, 9 September 2021.

    Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 10 bulan penjara.

    Dalam amar putusan itu, hakim juga meminta terdakwa tetap ditahan, dan membayar biaya perkara.

    Atas putusan hakim ini, keluarga korban, Yus Soruh mengaku tidak puas atas tuntutan JPU dan putusan hakim yang hanya menghukum terdakwa selama 8 bulan penjara.

    "Padahal pasal yang dikenakan ke terdakwa ancaman hukumannya selama 9 tahun. Namun hanya dituntut 10 bulan dan putus 8 bulan," katanya.

    Karena itu, keluarga akan menempuh jalur hukum lain. "Kami akan layangkan surat keberatan," tegasnya.

    Anggota DPRD TTS, Jean Neonufa dilaporkan ke Polres TTS, karena melakukan tindakan pencabulan terhadap DLS saat mendatangi rumah DLS dalam kondisi mabuk.

    Yohanes Seo

    Baca: Keluarga Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di KPI Ngaku Alami Perundungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.