Resmikan Bendungan Paselloreng, Jokowi: Mendukung Sulsel Jadi Lumbung Pangan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait penerapan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta,  Minggu, 25 Juli 2021. Pemerintah tetap memutuskan memperpanjang PPKM dengan mempertimbangkan segala aspek seperti kesehatan dan sosial ekonomi.  Youtube/Sekretarian Presiden

    Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan terkait penerapan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 25 Juli 2021. Pemerintah tetap memutuskan memperpanjang PPKM dengan mempertimbangkan segala aspek seperti kesehatan dan sosial ekonomi. Youtube/Sekretarian Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng di Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis, 9 September 2021.

    Bendungan tersebut dibangun sejak 2015 dan telah menelan biaya Rp 771 miliar. "Bendungan Paselloreng ini sudah dilengkapi dengan Bendung Irigasi
    Gilireng yang akan sangat mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 9 September 2021.

    Bendungan Paselloreng memiliki kapasitas tampung 138 juta meter kubik dan luas genangan 1.258 hektare. Salah satu bendungan terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan ini mampu mengairi areal persawahan seluas 8.500 hektar dan menjadi sumber air baku untuk 6 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 145 liter/detik. Selain itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, perikanan air tawar dan pariwisata.

    Jokowi menyebut, ketahanan pangan membutuhkan suplai air. "Dan air akan ada kalau kita punya sebanyak-banyaknya bendungan. Untuk itu, tahun ini akan dan sudah diselesaikan 17 bendungan sampai Desember nanti," ujarnya.

    Jokowi berharap, bendungan-bendungan ini dapat meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

    DEWI NURITA

    Baca juga: Jokowi Resmikan Bendungan Bendo, Dibangun dengan Biaya Rp1,1 T


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.