330 Mahasiswa Papua Dapat Beasiswa Kemenag

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) didampingi Wakil Menteri Agama (Wamen) RI Zainut Tauhid (kanan)  meluncurkan program Peta Jalan Pengembangan Kemandirian Pesantren di Jakarta, Selasa 4 Mei 2021. Program tersebut disusun sebagai tindak lanjut dari salah satu program utama Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan kemandirian pesantren di Indonesia dan menjadi kekuatan tersendiri bagi pondasi ekonomi warga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) didampingi Wakil Menteri Agama (Wamen) RI Zainut Tauhid (kanan) meluncurkan program Peta Jalan Pengembangan Kemandirian Pesantren di Jakarta, Selasa 4 Mei 2021. Program tersebut disusun sebagai tindak lanjut dari salah satu program utama Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan kemandirian pesantren di Indonesia dan menjadi kekuatan tersendiri bagi pondasi ekonomi warga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) memberikan beasiswa untuk 330 mahasiswa Papua pada tahun 2021. Ini sebagai bagian dari afirmasi program Kita Cinta Papua/Papua Bangga.

    "Kemenag bertekad untuk membangun dan mewujudkan Papua yang bermartabat dan membanggakan melalui pembangunan di bidang agama dan pendidikan dengan program Kita Cinta Papua/Papua Bangga," ujar Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, 9 September 2021.

    Program beasiswa itu diberikan kepada 280 mahasiswa yang kuliah di Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) dan 50 mahasiswa di perguruan tinggi umum.

    Zainut mengatakan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa terus dilakukan agar setiap anak bangsa tanpa terkecuali mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang layak dan berkualitas. Sebab, menurut dia, pendidikan untuk seluruh kalangan merupakan salah satu pilar penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.

    Wamenag berpesan kepada mahasiswa Papua untuk tidak berpangku tangan dan ikut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan perubahan bangsa. Sebagai agen perubahan, mahasiswa dituntut memanfaatkan kesempatan beasiswa ini sebagai jalan untuk membangun dan berkarya.

    Sementara itu, Dirjen Bimas Kristen Thomas Pentury melaporkan bahwa program ini sudah berjalan dua tahun. Pada periode pertama atau 2020/2021 beasiswa diberikan kepada 253 mahasiswa.

    "Terima kasih kepada Kementerian Agama dan lembaga terkait yang telah banyak membantu masyarakat Papua, khususnya pada peningkatan bidang pendidikan," kata Thomas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.