Jokowi Ingatkan Pengusaha Jangan Senang Usai Kasus Covid-19 Turun

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021. Jokowi memperpanjang kebijakan PPKM hingga 6 September 2021. ANTARA/Biro Pers dan Media Setpres

    Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 30 Agustus 2021. Jokowi memperpanjang kebijakan PPKM hingga 6 September 2021. ANTARA/Biro Pers dan Media Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menerima perwakilan para ketua asosiasi di bidang ekonomi dan bisnis di Istana Negara, Jakarta pada Rabu, 8 September 2021. Di hadapan para pengusaha, Jokowi menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Tanah Air yang mengalami perbaikan.

    Meski demikian, presiden meminta para pengusaha untuk tetap waspada. "Ini saya hanya cerita ini untuk memberikan optimisme kepada bapak-ibu sekalian, bahwa posisi kita sudah seperti ini, tetapi juga jangan senang-senang dulu, jangan euforia. Bekerja, tapi jangan terlalu euforia," ujar Jokowi dalam pertemuan tersebut, dikutip dari keterangan BPMI Sekretariat Presiden, Rabu, 8 September 2021.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa Presiden Jokowi meminta para pelaku ekonomi membantu pemerintah mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

    "Pandemi Covid belum berakhir dan diminta agar seluruh masyarakat untuk terus waspada dan diminta kepada pemimpin-pemimpin perusahaan, para CEO, para asosiasi, dan Kadin untuk juga mengingatkan," ujar Airlangga dalam keterangannya usai acara.

    Menurut Airlangga, Presiden Jokowi mengingatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara bergantung pada penanganan Covid-19 negara tersebut. Walaupun penanganan Covid-19 di Indonesia sudah mengalami perbaikan, ujar dia, para pelaku ekonomi dan bisnis tidak boleh lengah dan menjaga agar penyebaran Covid-19 tetap terkendali.

    "Ini harus dijaga terus karena pertumbuhan ekonomi berbanding terbalik dengan penanganan Covid. Jadi kalau Covid-nya tinggi maka ekonominya akan rendah. Sebaliknya, apabila Covid-nya rendah, ekonominya akan menggeliat," tuturnya.

    Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Mulai dari relaksasi restrukturisasi kredit perbankan, kenaikan biaya logistik, hingga bantuan fiskal untuk para pengusaha yang bergerak di sektor ritel.

    Airlangga mengatakan pemerintah akan mengkaji kembali regulasi sehingga menjadi lebih fleksibel. Ketua Umum Golkar ini berharap para pengusaha akan terus semangat untuk meningkatkan kegiatan usahanya sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat ikut meningkat.

    "Kita mendorong para pengusaha ini untuk terus meningkatkan kegiatan ekonominya sehingga angka pengangguran bisa kita turunkan," ucap Airlangga.

    Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sedangkan para ketua asosiasi yang hadir dalam pertemuan antara lain Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, dan Ketua Umum Aprindo Roy Mandey.

    Baca juga: Jokowi Minta Kabinetnya Mulai Mewaspadai Covid-19 Varian Mu

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.