Gus Dur pernah Bernama Abdurrahman Ad-Dakhil yang artinya Sang Penakluk

Reporter

Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid menyalami Ketua Dewan Pembina PDIP Taufik Kiemas saat Muspimnas PKB pro Gus Dur di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (11/6). Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Salah seorang Presiden RI  yang dikenal dengan keputusan-keputusannya yaitu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia dikenal sebagai seorang presiden yang memiliki dedikasi tinggi terhadap penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan pembela kaum minoritas di Indonesia.

Gus Dur dilahirkan di Jombang, Jawa Timur 7 September 1940. Sebelum memakai nama Gus Dur dan Abdurrahman Wahid, ia lebih dulu menggunakan nama Abdurrahman Ad-Dakhil yang artinya sang penakluk. Lantaran nama tersebut asing dilingkungannya, akhirnya nama tersebut diganti menjadi nama Abdurrahman Wahid. Sedangakan panggilan Gus—yang artinya abang atau “mas”—ia dapatkan di lingkungan pesantren.

Gus Dur merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya adalah KH. Wahid Hasyim Ashari, putra dari KH. Hasyim Ashari. Sedangkan kakek Gus Dur dari garis keturunan ibunya adalah Rais ‘Aam di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai pengganti posisi KH. Wahab Chasbullah.

Gus Dur tumbuh besar dikalangan intelektual, hal ini cukup mempengaruhinya. Sebab, sejak kecil ia sudah gemar membaca dan memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Tidak hanya perpustakaan ayahnya, Gus Dur juga kerap menyambangi perpustakaan nasional.

Berdasarkan kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id, selain membaca, ia juga hobi bermain bola, catur dan musik. Bahkan, Gus Dur pernah diminta untuk menjadi komentator sepak bola di televisi. Lebih lanjut, Gus Dur juga gemar menonton bioskop. Ia sangat mengapresiasi terhadap perfilman di Indonesia. Hal inilah yang membuatnya pada tahun 1986-1987 diangkat sebagai ketua juri Festival Film Indonesia.

Setelah lulus di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP), Gowongan, Gus Dur menghabiskan masa remajanya di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di pesantren ini ia banyak menimba ilmu, hingga ilmu bahasa untuk menunjang bacaannya. Menukil nu.or.id, ketika itu Gus Dur sudah menamatkan buku karya Ernest Hemingway, John Steinbach, Will Durant, hingga buku Lenin berjudul What Is To be Done.

Memasuki usia 22 tahun ia diberangkatkan haji ke tanah suci. Setelah itu, Gus Dur dikirim belajar ke Al-Azhar University, Kairo, Mesir, Fakultas Syari'ah (Kulliyah al-Syari'ah) dari tahun 1964 sampai 1966, lalu ia ke Universitas Baghdad, Irak, Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab pada 1966 hingga 1970.

Sepulangnya dari “petualangan’ mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan menjadi guru. Pada 1971 ia bergabung di Fakultas Ushuluddin Universitas Tebu Ireng, Jombang. Pada tahun 1974, Gus Dur diminta pamannya, KH Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris.

Jika periode 1970-an Gus Dur banyak berkegiatan di pesantren, pada 1984 ia dipilih secara aklamasi oleh tim ahl hall wa al-`aqdi yang dipimpin oleh KH As`ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan ini diterima Gus Dur selama tiga kali setelah muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung, Jawa Barat (1994).

Setelah reformasi, Juli 1998, Gus Dur menanggapi pendukungnya untuk membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menyadari bahwa partai politik merupakan satu-satunya cara untuk berjuang di dunia politik (pemerintahan). Kala itu Gus Dur menjabat sebagai Dewan Penasehat.

Sejak awal 1999 PKB resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat calon presiden Indonesia. Ketika itu PKB berkoalisi dengan PDIP. Pada 20 Oktober 1999, dalam sidang umum MPR mulai memilih presiden baru, Gus Dur kemudian terpilih sebagai Presiden RI ke-4 dengan 373 suara. Ia unggul 60 suara dari Megawati.

GERIN RIO PRANATA 

Baca: Putri Gus Dur: Kalo Aku Unggah Lelucon ini Diperiksa Nggak?






Usul Pilgub Ditiadakan, Muhaimin Iskandar: Melelahkan dan Tak Fungsional

2 jam lalu

Usul Pilgub Ditiadakan, Muhaimin Iskandar: Melelahkan dan Tak Fungsional

Muhaimin Iskandar mengusulkan agar pemilihan gubernur secara langsung ditiadakan.


PKB Siap Tampung Kaesang Pangarep Jika Terjun Politik

6 jam lalu

PKB Siap Tampung Kaesang Pangarep Jika Terjun Politik

Muhaimin Iskandar membuka pintu lebar-lebar jika putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep hendak berpolitik lewat PKB.


Megawati dan Ganjar Duduk Berdampingan Hadiri Pelantikan Wali Kota Semarang

8 jam lalu

Megawati dan Ganjar Duduk Berdampingan Hadiri Pelantikan Wali Kota Semarang

Kedatangan Megawati di Kota Semarang juga dijemput Ganjar bersama istrinya di Lapangan Udara Angkatan Darat Ahmad Yani.


Muhaimin PKB Harap Reshuffle Kabinet Jokowi Bukan karena Alasan Politis

8 jam lalu

Muhaimin PKB Harap Reshuffle Kabinet Jokowi Bukan karena Alasan Politis

Muhaimin menyebut sampai sekarang tidak ada pembicaraan apapun dari Istana ke PKB soal isu reshuffle tersebut.


Muhaimin Bilang Gerindra - PKB akan Bikin Tim Ahli Kaji Desain Politik 2024

10 jam lalu

Muhaimin Bilang Gerindra - PKB akan Bikin Tim Ahli Kaji Desain Politik 2024

Pembentukan tim ini dilakukan setelah Gerindra dan PKB membentuk sekretariat bersama.


Soal Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, PAN Sebut Belum Ambil Sikap

1 hari lalu

Soal Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa, PAN Sebut Belum Ambil Sikap

PAN menyatakan masih akan mempertimbangkan manfaat dan mudharat dari perpanjangan masa jabatan kepala desa.


Kaesang Pangarep Belum Komunikasi dengan PDIP , FX Rudy: Mau Lewat Jalur Independen, Itu pun Hak Dia

1 hari lalu

Kaesang Pangarep Belum Komunikasi dengan PDIP , FX Rudy: Mau Lewat Jalur Independen, Itu pun Hak Dia

Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menyatakan belum ada komunikasi antara pihaknya dengan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.


Kaesang Ingin Terjun ke Politik, Politikus PKB Sarankan Berpartai

1 hari lalu

Kaesang Ingin Terjun ke Politik, Politikus PKB Sarankan Berpartai

Menurut Gibran, Kaesang akan maju untuk pencalonan kepala daerah, bukan anggota DPRD atau di legislatif.


Pengamat: Megawati Seakan Dikepung untuk Umumkan Ganjar Pranowo Capres PDIP

4 hari lalu

Pengamat: Megawati Seakan Dikepung untuk Umumkan Ganjar Pranowo Capres PDIP

Pengamat politik Hendri Satrio melihat seolah-olah Megawati Soekarnoputri dikepung dari berbagai sisi agar mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres.


PDIP dan PKB Setuju Kades Tuntut 9 Tahun Masa Jabatan, Pakar Hukum: Rawan Korupsi

5 hari lalu

PDIP dan PKB Setuju Kades Tuntut 9 Tahun Masa Jabatan, Pakar Hukum: Rawan Korupsi

Para Kades di Tanah Air menuntut masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun menuai pro kontra. Pakar hukum sebut justru rawan korupsi. Mengapa?