Komisi Hukum DPR Kritik Televisi yang Glorifikasi Saipul Jamil

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedangdut Saipul Jamil keluar Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Cipinang, Jakarta, Kamis 2 September 2021. Saipul Jamil bebas usai menjalani hukuman 5 tahun penjara atas kasus pelecehan seksual pencabulan dan tambahan 3 tahun karena terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, dengan uang sebesar Rp 50 juta. Tempo/Nurdiansah

    Pedangdut Saipul Jamil keluar Lembaga Permasyarakatan Kelas 1 Cipinang, Jakarta, Kamis 2 September 2021. Saipul Jamil bebas usai menjalani hukuman 5 tahun penjara atas kasus pelecehan seksual pencabulan dan tambahan 3 tahun karena terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, dengan uang sebesar Rp 50 juta. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik glorifikasi dengan sambutan positif yang dilakukan stasiun televisi terhadap mantan pelaku pencabulan Saiful Jamil.

    "Saya mengecam aksi glorifikasi tersebut. Seakan kasusnya dia hanya lucu-lucuan sekali lewat. Ini sama saja seperti memaklumi atas apa yang sudah diperbuat oleh yang bersangkutan, dan ini sama sekali tidak sensitif terhadap perasaan korban," kata Sahroni dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, 6 September 2021.

    Dia meminta kepada stasiun televisi untuk berhenti mengglorifikasi Saipul Jamil karena terkena kasus pencabulan, sehingga seharusnya tidak ada kata pemakluman dari perbuatannya.

    Dia juga menyoroti tentang resahnya masyarakat atas sambutan dari media massa terhadap kebebasan Saipul Jamil yang berlebihan, sehingga menunjukkan warga juga turut mengkritisi penyambutan tersebut.

    “Sekarang ini banyak masyarakat yang resah, mereka juga turut khawatir hingga memunculkan petisi penolakan yang sudah ditandatangani oleh ratusan ribu warga, dan ini tentunya harus didengar," ujarnya.

    Sahroni selaku Wakil Ketua Komisi III menilai masyarakat tidak bisa melakukan pembiaran atas glorifikasi mantan pelaku pencabulan, namun justru harus mendapat sanksi sosial sehingga menimbulkan efek jera.

    Baca Juga: Dianggap Berbahaya untuk Masyarakat, KPAI Kecam Saipul Jamil Tampil di Televisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.