Jokowi: Covid-19 Tak akan Hilang Secara Total, Jangan Euforia Berlebihan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mendampingi Presiden Joko Widodo  meninjau gerakan vaksinasi massal untuk pelajar di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Selasa (31/8/2021).(Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau gerakan vaksinasi massal untuk pelajar di SMAN 1 Beber, Kabupaten Cirebon, Selasa (31/8/2021).(Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden)

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat agar tak euforia berlebihan dengan mulai menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia. Jokowi mengatakan bahaya akan terus mengintai jika masyarakat tak waspada.

    "Yang namanya Covid ini tak mungkin hilang secara total. Yang bisa kita adalah mengendalikan. Statement ini penting sekali. Supaya tidak terjadi euforia yang berlebihan, senang-senang yang berlebihan," kata Jokowi dalam pengantar rapat kabinet untuk evaluasi PPKM, lewat konferensi video, Senin, 6 September 2021.

    Jokowi berujar dari data yang ia terima selama 3 hari kemarin angka penambahan kasus harian sudah jauh menurun hingga di bawah 10 ribu kasus. Kemarin, Selasa, 5 September, bahkan penambahan tercatat hanya mencapai 5.400 kasus. Angka tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) nasional pun terus menurun hingga 19 persen hingga kemarin.

    Meski itu merupakan kabar baik, Jokowi mengingatkan jajarannya dan masyarakat agar jangan salah mengartikan informasi tersebut. Perbaikan di berbagai indikator tak berarti masyarakat sudah bisa beraktivitas dengan bebas. "Covid selalu mengintip. Varian Delta selalu mengintip kita. Begitu lengah bisa naik lagi," kata Jokowi.

    Dalam rapat itu, Jokowi pun meminta laporan daerah mana saja yang masih mengalami kenaikan kasus dan sudah menunjukan penurunan. Hal itu perlu dilaporkan agar tindakan cepat bisa langsung dilakukan.

    Jokowi juga menyoroti kasus aktif nasional yang saat ini sudah ada di kisaran angka 150 ribu. Ia mengatakan ini capaian yang lebih baik setelah sebelumnya jumlahnya bisa mencapai 500 ribu. "Kalau kita terus lakukan pekerjaan-pekerjaan kita secara konsisten, inshaallah di akhir September kita sudah akan di angka berada di bawah 100 ribu," kata Jokowi.

    Baca Juga: Anies Baswedan: Pandemi Covid-19 Jakarta Sudah Menurun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.