Singgung Kafe di DKI Tak Patuh Prokes, Luhut: Kelengahan Bisa Berdampak Besar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan pengganti Budi Karya Sumadi yang terindikasi positif Corona. REUTERS/Darren Whiteside

    Luhut Binsar Pandjaitan juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan pengganti Budi Karya Sumadi yang terindikasi positif Corona. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyayangkan masih adanya restoran/kafe di wilayah Jakarta yang masih tak taat pada protokol kesehatan. Ia mengatakan kelengahan semacam itu bisa berdampak besar.

    "Apa yang dicapai kita bersama hari ini, tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu kedepan. Ini adalah sesuatu yang harus kita hindari," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin, 6 September 2021.

    Akibat dari ketidakpatuhan itu, Luhut mengatakan pemerintah harus menutup restoran itu selama tiga hari kedepan. Luhut tak menyebut nama restoran terkait. Namun ia mengatakan masih banyak restoran/kafe lain yang juga masih belum menerapkan dan menggunakan aplikasi Pedulilindungi.

    "Bapak Presiden dalam rapat kabinet terbatas tadi siang menekankan bahwa Covid-19 ini tidak akan hilang dalam waktu yang singkat, dan kita perlu menyiapkan diri untuk hidup bersama Covid-19," kata Luhut.

    Sebelumnya beredar video viral yang memperlihatkan petugas tengah melakukan razia di resto Holywings Kemang. Puluhan pengunjung tampak tidak berjarak. Padahal, dalam aturan yang dikeluarkan dalam PPKM Level 3, restoran bisa dine in dengan kapasitas 25 persen dan hanya 30 menit makan di tempat. Satuan Polisi Pamong Praja kemudian menyegel tempat itu dan menutup sementara selama 3x24 jam.

    Baca: Luhut: Orang dengan Kriteria Hitam di Pedulilindungi Dibawa ke Isolasi Terpusat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.