5 Juta Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia, Pemerintah Jamin Stok Vaksin Aman

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin Covid-19 Sinovac dari badan pesawat Garuda Indonesia setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 30 Agustus 2021. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Pekerja melakukan bongkar muat Envirotainer berisi vaksin Covid-19 Sinovac dari badan pesawat Garuda Indonesia setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 30 Agustus 2021. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia kembali kedatangan vaksin hari ini, Senin, 6 September 2021, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Kedatangan 5 juta Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi hari ini, merupakan kedatangan vaksin ke-50 yang diterima Indonesia.

    "Dihitung sejak kedatangan pertama vaksin tepat pada 10 bulan lalu, maka kedatangan ini adalah kedatangan tahap ke-50," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring.

    Airlangga mengatakan kedatangan vaksin ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya memastikan ketersedian stok untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia.

    Dengan kedatangan hari ini, total Vaksin Sinovac dalam bentuk jadi yang sudah diterima Indonesia adalah 33 juta dosis. Sedangkan total Vaksin Sinovac dalam bentuk bulk yang sudah diterima adalah 159.900.280.

    Adapun Vaksin AstraZeneca yang sudah diterima adalah 19,5 juta dosis, Moderna 8 juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis, Sinovac 8,25 juta. Secara keseluruhan Indonesia sudah kedatangan 225,4 juta dosis vaksin dari berbagai merek, baik berbentuk bulk maupun vaksin jadi.

    "Penambahan pada siang ini, memastikan stok vaksin sudah aman," kata Airlangga.

    Ia menegaskan keamanan atau safety, mutu atau quality, dan khasiat atau efication, untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh Indonesia. Airlangga juga mengatakan seluruh vaksin yang ada di Indonesia telah melewati evaluasi BPOM, rekomendasi dari ITAGI dan WHO dan para ahli.

    "Masyarakat tak perlu ragu menerima vaksin. Semua merek vaksin berkhasiat melindungi masyarakat. Oleh karena itu tak perlu memilih-milih, oleh karena itu vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia pada saat ini," kata Airlangga.

    Baca: Kasus Baru Covid-19 Bertambah 5.403, Sembuh 10.191 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.