TNI Tangkap Lagi Satu Pelaku Penyerangan Pos Koramil di Maybrat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI mengusung peti berisi jenazah Pratu Sul Ansyari Anwar saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 3 September 2021. ANTARA/Abriawan Abhe

    Anggota TNI mengusung peti berisi jenazah Pratu Sul Ansyari Anwar saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 3 September 2021. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - TNI kembali menangkap satu orang terduga pelaku penyerangan Pos Karamil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

    "Kemarin kami sudah menangkap satu pelaku lain," ujar Kepala Penerangan Daerah Militer Kasuari Kolonel Arm Hendra Pesireron saat dihubungi pada Senin, 6 September 2021. 

    Kendati demikian, Hendra tak membeberkan identitas beserta peran satu pelaku yang baru ditangkap itu. Sejauh ini, sudah ada dua orang yang ditangkap yakni atas inisial SY dan MM, pimpinan Manfret Vatem.

    Aksi penyerangan terjadi pada 2 September 2021. Saat itu, kelompok bersenjata diduga menyerang ke Pos Karamil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Akibat serangan itu empat personel TNI tewas. Sementara, dua personel lainnya mengalami luka berat dan lima orang berhasil selamat.

    Usai peristiwa tersebut, Hendra pun mengimbau warga untuk tidak perlu khawatir. "Masyarakat tidak usah khawatir karena TNI turun ke kampung untuk melindungi dari KST (kelompok separatis dan teroris). TNI profesional akan memburu kelompok tersebut," kata dia. 

    Sebelumnya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) mengaku bertanggung jawab atas penyerangan ini. Empat anggota TNI tewas dalam insiden tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.