Harun Masiku Diduga di Indonesia, KPK: Laporkan ke Kami

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harun Masiku. facebook.com

    Harun Masiku. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi buka suara soal dugaan Harun Masiku berada di Indonesia. KPK menyatakan masih bekerja mencari buronan kasus suap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

    “KPK masih terus bekerja serius dan meminta bantuan ke berbagai institusi di dalam maupun luar negeri untuk mempercepat pencariannya,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, Senin, 6 September 2021.

    Ali mengatakan meminta pihak yang betul-betul tahu keberadaan Harun untuk melapor ke KPK atau aparat hukum lain supaya bisa ditindaklanjuti. Dia meminta tidak ada pihak yang meniupkan isu yang justru menjadi polemik.

    “Bukan justru meniupkan isu yang berpotensi jadi polemik dan kontraproduktif dalam upaya penangkapan DPO dimaksud,” ujar Ali.

    Sebelumnya, penyidik KPK Ronald Sinyal menduga kuat buronan Harun Masiku ada di Indonesia. Ronald mengaku mendapatkan informasi tersangka kasus suap pergantian anggota DPR itu berada di dalam negeri sejak cegah-tangkal kepergiaannya tak berlaku lagi pada Januari lalu. “Saya meyakini dia ada di Indonesia,” kata Ronald pada Ahad, 5 September 2021.

    Walaupun sudah mendapatkan informasi awal, Ronald tak bisa melanjutkan pencarian Harun Masiku karena dia dinonaktifkan lewat tes wawasan kebangsaan (TWK). Bersama 56 pegawai KPK lainnya, ia terancam tak lagi bekerja di komisi antikorupsi setelah 30 Oktober 2021 karena dinyatakan tak lolos tes tersebut.

    Baca juga: Harun Masiku Resmi Jadi Buronan Internasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.