Surabaya Turun ke Level 2, Eri Cahyadi: Lapangan Kerja Bisa Dibuka

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar yang merupakan tim Satgas COVID-19 SMK Negeri 7 Surabaya memeriksa suhu tubuh tenaga pendidik sebelum memasuki SMK Negeri 7 Surabaya, Jawa Timur, Senin, 30 Agustus 2021. Sedangkan di wilayah PPKM level 4 kegiatan PTM secara terbatas belum digelar. ANTARA/Didik Suhartono

    Pelajar yang merupakan tim Satgas COVID-19 SMK Negeri 7 Surabaya memeriksa suhu tubuh tenaga pendidik sebelum memasuki SMK Negeri 7 Surabaya, Jawa Timur, Senin, 30 Agustus 2021. Sedangkan di wilayah PPKM level 4 kegiatan PTM secara terbatas belum digelar. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data asesmen situasi Covid-19 yang dirilis Kementerian Kesehatan per tanggal 4 September 2021, Kota Surabaya turun ke level 2 daerah dengan ancaman Covid-19.

    Positivity Rate di Surabaya berada pada angka 1,61 persen atau di bawah standar WHO yang 5 persen. Adapun untuk rasio tracing kontak erat berada di angka 1:18,47, menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia dan telah melampaui standar Kemenkes sebesar 1:15. Testing di Surabaya pun mencapai 58.000 dalam tujuh hari terakhir.

    "Kita lihat indikator-indikator pengendalian pandemi menunjukkan tren yang bagus. Mulai test, trace, semuanya masif," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam keterangannya, Ahad, 5 September 2021.

    Tingkat kesembuhan (case recovery rate) mencapai 95,55 persen, di atas rata-rata nasional, menunjukkan kapasitas respons sistem kesehatan yang bagus. Adapun tingkat kematian (case fatality rate) Surabaya di angka 3,7 persen, juga salah satu yang terendah. Keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) per 4 September 2021 terus turun menjadi 16,54 persen. “Soal treatment ini kerja kolaboratif semuanya," ujar dia.

    Menurut dia pengendalian pandemi ini menjadi pintu pembuka pemulihan ekonomi. “Insya Allah dengan turun situasi ke level 2, ekonomi bisa kembali bergerak, lapangan kerja terbuka, dan kita bisa bantu warga untuk kembali menata kesejahteraannya,” katanya.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita berupaya agar mencapai level 1. Menurutnya dibutuhkan beberapa strategi dan upaya khusus. Strategi pertama yang terus dilakukan adalah konsisten menerapkan kegiatan 3T (testing, tracing dan treatment) berbasis wilayah meskipun transmisi penularan sudah rendah.

    Strategi lain yang dilakukan adalah melakukan penerapan blocking area secara konsisten dan terintegrasi bersama Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo Sesuai Wilayah. Di sisi lain, percepatan vaksinasi wilayah berdasarkan level/zona baik dosis 1 maupun dosis 2 juga terus dilakukan.

    “Kami memastikan semua warga Surabaya telah mendapatkan vaksin secara lengkap serta masyarakat tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan ketat secara disiplin dalam bermasyarakat,” katanya.

    Baca Juga: Surabaya Turun Jadi Zona Kuning, Eri Cahyadi: Roda Ekonomi Mulai Digerakkan

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.