Minta Warga Tak Panik Usai OPM Serang Koramil, Kapendam: TNI Turun ke Kampung

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI mengangkat peti jenazah rekannya di Markas Komando Korem 181/PVT Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 2 September 2021. Sekelompok orang menyerang pos komando rayon militer (Posramil) Persiaoan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat, pada Kamis (2/9) dini hari. ANTARA/Olha Mulalinda

    Prajurit TNI mengangkat peti jenazah rekannya di Markas Komando Korem 181/PVT Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 2 September 2021. Sekelompok orang menyerang pos komando rayon militer (Posramil) Persiaoan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat, pada Kamis (2/9) dini hari. ANTARA/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Daerah Militer Kasuari Kolonel Arm Hendra Pesireron mengimbau warga tidak perlu khawatir atas situasi yang terjadi usai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) serang koramil.

    "Masyarakat tidak usah khawatir karena TNI turun ke kampung untuk melindungi dari KST (kelompok separatis dan teroris). TNI profesional akan memburu kelompok tersebut," ujar Hendra saat dihubungi pada Ahad, 5 September 2021.

    Aksi penyerangan terjadi pada 2 September 2021. Saat itu, kelompok bersenjata diduga menyerang ke Pos Karamil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Akibat serangan itu empat personel TNI tewas. Sementara, dua personel lainnya mengalami luka berat dan lima orang berhasil selamat.

    Hendra menyatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku penyerangan. "Dan terus akan mengejar sampai di mana pun," kata dia. Sejauh ini, sudah ada dua orang yang ditangkap yakni atas inisial SY dan MM, pimpinan Manfret Vatem.

    Di lain waktu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengakui organisasinya yang menjadi dalang di balik penyerangan.

    “Panglima Kodam IV Sorong Raya TPNPB-OPM bertanggungjawab atas penyerangan ini,” kata Sebby kepada Tempo, Kamis, 2 September 2021.

    ANDITA RAHMA | FRISKI RIANA

    Baca: Usai OPM Serang Koramil, Gubernur Minta Warga Kembali ke Rumah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.