Muhammad Marasabessy Dilantik Ketua ICMI Maluku

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL-Sejak muda Muhammad Marasabessy tidak pernah menyangka terpilih menjadi Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku Periode 2021-2024. Bergabung dengan organisasi tersebut sudah diimpikannya sejak muda.

    “ICMI merupakan salah satu organisasi yang dari dulu saya dambakan, sejak di bangku kuliah. Alhamdulillah saya tidak membayangkan kalau sekarang dilantik dan menjadi Ketua ICMI di Maluku. Ini merupakan amanat dan tangungjawab besar menahkodai para Cendekia di Maluku,” ujar Marasabessy pada pidato pelantikan dirinya di Islamic Center, Maluku, Sabtu, 28 Agustus 2021.

    Memegang tongkat komando, Marasabessy yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku berkaul akan mengedepankan komunikasi penuh kekeluargaan dalam berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pihak. Dimulai dari setiap unsur lembaga pemerintah, swasta hingga lintas agama. Dia juga akan membawa ICMI Maluku mengambil peran strategis untuk membangun Bumi Rempah ini.

    Satu langkah strategis yang segera dijalankan yakni membangun karakter dan akhlak generasi milenial. Marasabessy berjanji akan membangun sekolah cendekia muslim dari tingkat dasar sampai jenjang kuliah. Rencana ini tentunya sejalan dengan posisi Marasabessy yang juga menjabat Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Maluku.

    Langkah berikutnya menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah tinggi di dalam dan luar negeri.”Kajian-kajian terus kita tingkatkan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat dan kemanusiaan.ICMI Maluku akan selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberantas kemiskinan dan mensejahterakan rakyat Maluku,” katanya.

    Guna melancarkan semua rencana tersebut, Marasabessy juga berharap Pemerintah Provinsi Maluku menghibahkan tanah untuk pembangunan kantor ICMI Orwil Maluku yang definitif. Selama ini kegiatan organisasi berlangsung dari kantor sewaan di Gedung Ashari Lantai 2, Kompleks Masjid Raya Al Fatah Ambon. ”Kiranya sekaligus memohon peletakan batu pertama pembangunan oleh Bapak Gubernur Maluku,” ujar pria yang lazim disapa Pak Matt.

    Mendengar permintaan tersebut, Gubernur Maluku, Murad Ismail siap menindaklanjuti. “Terpilihnya Pak Matt, saya ikut bertanggung jawab hibah tanah untuk pembangunan kantor ICMI di Maluku,” ujarnya.

    Murad menilai penunjukkan ICMI Pusat terhadap Marasabessy sebagai ketua wilayah Maluku sudah tepat dan berlangsung sukses. Terlihat dari berbagai jabatannya saat ini menunjukkan pengalaman yang mumpuni. Namun ia mengingatkan ICMI Orwil Maluku bertindak solid sebagai organisasi, tidak sekadar mengunggulkan program atau visi. ”Ketika pengurus solid dan kompak, maka semua program dapat berjalan dengan baik,” katanya.

    Pemerintah, ujarnya saat ini membutuhkan kerja sama dari berbagai lembaga kemasyarakatan, termasuk ICMI, melanjutkan pembangunan yang porak-poranda akibat pandemi.

    “Dalam waktu dekat akan dibangun sejumlah proyek strategis nasional di Maluku, antara lain New Port Ambon, Lumbung Ikan Nasional dan Blok Marsela.Untuk New Port Ambon direncanakan peletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi pada November mendatang,” kata Murad. Dia pun berharap ICMI Orwil Maluku bersama pemerintah mendukung dan mendorong program pembangunan tersebut.

    Acara pelantikan ini turut dihadiri secara virtual oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-indonesia (ICMI) Prof DR Jimly Asshiddiqie dan dan Sekjen Pengurus Pusat ICMI Muhammad Djafar Hafsah.

    Jimly mengapresiasi Marasabessy memimpin ICMI Orwil Maluku sekaligus memintanya langsung bergerak cepat membangun sekretariat. Ia pun optimistis Marasabessy dapat membawa organisasi tersebut menjadi lebih baik.”Ada semangat baru. Apalagi ada dorongan dan dukungan luar biasa dari Pak Gubernur,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.