Nora Lelyana, Dokter Gigi Menjadi Wanita Pertama Komandan Pangkalan TNI AL

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nora Lelyana. Facebook/nora.lelyana

    Nora Lelyana. Facebook/nora.lelyana

    TEMPO.CO, Jakarta - Laksamana Pertama TNI (Purn.) Dr drg R.A. Nora Lelyana, M.HKes., FICD merupakan seorang perwira Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) yang berhasil memimpin pangkalan TNI AL pertama kali. Ia Purnawirawan TNI AL dan Kowal yang berhasil mencapai level bintang Perwira Tinggi TNI AL.

    Perempuan kelahiran 24 Maret 1962 ini pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan TNI AL (Kadiskesal) dan Kepala Dinas Perawatan Personel TNI AL (Kadiswatpersal) ini. Saat ini, Nora Lelyana bertugas sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya (FKG UHT) dan sebagai pengajar/ Dosen Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan).

    Nora Lelyana  menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Setelah lulus, ia mengaku ingin menjadi dosen serta sudah mendapat panggilan untuk wawancara menjadi dosen di FKG Unair. Namun pada saat bersamaan Nora pun mendapat panggilan wajib militer untuk tes di Malang. “Sebetulnya saya ingin jadi dosen, tapi karena ada panggilan negara untuk ikut wamil (wajib militer) saya takut jika tidak hadir,” kata Nora dikutip dari Alumni.unair.ac.id.

    Wanita kelahiran Surabaya ini mengatakan tidak pernah membeli buku teks pada saat kuliah, karena saat ada buku baru ada saja yang mengirim ke rumahnya. Hal itu karena ia pun sering menerima job sebagai penerjemah yang otomatis tidak pernah membuatnya telat untuk membaca buku.

    Nora saat kanak-kanak bercita-cita menjadi profesor pada saat kecil, namun menjadi prajurit TNI sudah menjadi jalan hidupnya. Pada 1987, Nora mulai meniti karir sebagai anggota TNI AL dan ditempatkan di marinir di Jakarta lalu mutasi ke RS Marinir Gunung Sari, Surabaya.

    Lalu pada 1990, Nora yang masih Letnan satu diangkat menjadi kepala RSAL Tingkat IV di Belawan dengan wilayah tanggung jawab meliputi Sumbagut (Sumatera bagian Utara) sehingga menjadi pejabat sementara selama dua tahun sebelum dikukuhkan menjadi kepala RS pada tahun 1992.

    Pada 1999 Nora lulus tes untuk pendidikan SESKOAL serta mendapat penghargaan terbaik Dharma Wiratama Widya Wacana. Setahun kemudian Nora kembali ke Belawan. Saat itu ia ditugaskan menjadi Kepala RSAL Belawan. Kala itu RSAL Belawan sudah naik kelas menjadi Tingkat  III.

    Ia pun menjadi lulusan terbaik Sesko, itu sebabnya, ia banyak mendapat tugas di luar profesinya. Untuk pertama kali pula, seorang perempuan non pelaut menjadi Kadispotmar Lantamal I (Kepala Dinas Potensi Maritim) dengan wilayah Sumbagut pada 2002. Selain itu, pada 2003 – 200,  Nora mendapat amanah menjadi Komandan Pangkalan TNI AL di Dumai. Tidak tanggung-tanggung, Nora pun  pernah ditempatkan di daerah yang rawan kasus.

    Peraih anugerah Satya Lencana Kesetiaan dan Satya Lencana Dwija Sistha ini pernah berkali-kali mendapatkan tugas khusus, antara lain memimpin berbagai Satgas Penanggulangan Bencana di berbagai daerah bencana antara lain di Lombok dan Palu, Lead Planner Latihan Bersama TNI dan US PACOM di Hawaii 2013, Lead Planner Latihan Bersama TNI dan US PACOM Singapore 2015, Nora Lelyana pernah didaulat menjadi komandan latihan bersama Pacific Partnership 2016 TNI dengan US NAVY dan kontingen militer negara-negara Pacific. Setelah purna tugas tahun lalu, ia mengabdikan dirinya kembali ke kampus.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Rumiah Kartoredjo, Atlet Jadi Polwan Pertama Menjabat Kapolda di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.