Puan Maharani Minta Penyerangan Pos Koramil yang Tewaskan 4 TNI Diusut Tuntas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna ke-17 masa persidangan V tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. Rapat Paripurna tersebut beragendakan mendengarkan pidato ketua DPR RI dalam rangka pembukaan masa persidangan V tahun 2020-2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna ke-17 masa persidangan V tahun 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2021. Rapat Paripurna tersebut beragendakan mendengarkan pidato ketua DPR RI dalam rangka pembukaan masa persidangan V tahun 2020-2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani mendesak pemerintah dan aparat keamanan mengusut tuntas insiden penyerangan Pos Koramil Kisor di Kampung Kisor, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, Kamis, 2 September 2021.

    Puan Maharani menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga empat anggota TNI yang gugur dalam tugas dalam insiden tersebut.

    "Ini duka bagi seluruh bangsa Indonesia, saya ikut berbelasungkawa mendalam untuk keluarga para prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Distrik Aifat," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 3 September 2021.

    Puan meminta pengusutan dan penanganan insiden tersebut mencakup pula identifikasi persoalan dan pencegahan yang menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali apalagi sampai meluas.

    Ia memandang perlu upaya pencegahan agar jangan sampai rakyat dan prajurit-prajurit terus menjadi korban sehingga istri dan anak-anak harus kehilangan suami dan ayah.

    Keamanan dan stabilitas di Papua dan Papua Barat, kata Puan, harus terus menjadi prioritas, apalagi sebentar lagi ada hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. "Tanpa hajatan itu sekalipun, pembangunan yang merata hanya akan bisa terwujud dan dinikmati manfaatnya oleh rakyat bila stabilitas dan keamanan lebih dahulu terjadi," ujarnya.

    Puan meminta aparat keamanan dan aparatur pemerintahan harus mampu merangkul rakyat untuk bersama-sama menciptakan keamanan dan kedamaian, khususnya di Bumi Cenderawasih.

    Sebelumnya, empat prajurit yang gugur di Distrik Aifat pada hari Kamis (2/9) adalah Komandan Pos Koramil Kisor Letnan Satu CHB Dirman, Sersan Dua Ambrosius Yudiman, Praka Mohammad Dirhamsyah, dan Pratu Zul Ansari Anwar.

    Selain empat prajurit TNI yang gugur, dua prajurit lain juga mengalami luka berat dalam serangan tersebut, yaitu Sersan Satu Juliano dan Prajurit Satu Ikbal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.