Kumpulkan Bukti, KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Probolinggo

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (kiri) bersama suaminya yang juga anggota DPR dan mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2021. KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin serta mengamankan barang bukti Rp326.500.000 dan menahan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait seleksi kepala desa di Kabupaten Probolinggo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (kiri) bersama suaminya yang juga anggota DPR dan mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2021. KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin serta mengamankan barang bukti Rp326.500.000 dan menahan keduanya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap terkait seleksi kepala desa di Kabupaten Probolinggo. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah rumah dinas Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari pada Kamis, 2 September 2021. Penggeledahan ini dilakukan dalam penyidikan kasus jual beli jabatan yang menjerat Puput dan suaminya, Hasan Aminuddin.

    “Salah satu tempat yang digeledah, yaitu rumah dinas jabatan Bupati Probolinggo,” kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri, 2 September 2021.

    Ali mengatakan penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti kasus ini. Saat ini, tim masih menggeledah rumah tersebut. Perkembangan selanjutnya akan disampaikan lebih lanjut.

    Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari menjadi tersangka. Puput menjadi tersangka dalam kasus dugaan seleksi jabatan di Probolinggo. Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta mengatakan dalam rangkaian operasi tangkap tangan atau OTT ini ada 10 orang yang ditangkap pada Senin, 30 Agustus 2021 pukul 04.00 WIB pagi.

    Setelah melalui pemeriksaan, KPK menemukan ada banyak orang yang terlibat dalam dugaan jual beli jabatan ini. "KPK menetapkan 22 orang tersangka sebagai tersangka dalam perkara ini," kata Alexander dalam konferensi pers pada Selasa, 31 Agustus 2021. Dua di antaranya adalah Puput dan suaminya, Hasan Aminuddin, yang juga anggota DPR periode 2019-2024 dari Partai NasDem.

    Ia mengatakan Hasan dan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari diduga bermain dalam jual beli posisi penjabat kepala desa di Probolinggo. KPK menduga Hasan mematok tarif Rp 20 juta untuk posisi pejabat kepala desa plus upeti sewa sawah sebesar Rp 5 juta per hektar.

    Baca juga: Cara Bupati Probolinggo Siapkan Dinasti Politik: Bagi Bingkisan hingga Kunjungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.