5 Buron Kasus Korupsi, Ada yang Kabur Selama 28 Tahun

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buronan

    Ilustrasi buronan

    TEMPO.CO, Jakarta - Cerita tentang para koruptor seakan tiada habisnya di Indonesia. Baik koruptor yang masih menjalani proses hukum, sudah divonis, hingga yang bebas berkeliaran alias menjadi buron.

    Berikut lima nama buronan kasus korupsi yang masih dicari oleh aparat penegak hukum:

    • Eddy Tansil
      Eddy Tansil ditangkap pada 1993 dalam kasus korupsi Golden Key Group yang merugikan negara Rp 1,3 triliun. Saat di penjara, Eddy Tansir terbiasa kontrol kesehatan jantung di Rumah Sakit Harapan Kita. Eddy seharusnya dikawal ketat oleh petugas selama memeriksakan diri. Namun pada satu waktu, Eddy dapat keluar penjara tanpa pengawalan polisi maupun sipir.

      Eddy Tansil kabur Dia sempat terdeteksi berada di Cina pada 2013. Hingga sekarang, setelah 28 tahun lamanya tak jelas di mana keberadaan Eddy Tansil.

    • Sjamsul Nursalim
      Sjamsul Nursalim pernah menduduki daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada Majalah Forbes di 2020. Kekayaannya ditaksir mencapai 755 juta dolar Singapura karena memiliki berbagai bisnis, dari real estate hingga retail pakaian.

      Komisi Pemberantasan Korupsi pernah memanggil Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim, pada 2019. Namun tiada respons. Setelah dua kali mangkir dari panggilan KPK, maka keduanya masuk dalam daftar pencarian orang atau buron. Hingga pada 1 April 2021, KPK menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 atas kasus Sjamsul Nursalim dan Itjih.

    • Lidya Mochtar
      Perempuan yang merupakan obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI dari Bank Tamara, Lidya Mochtar memiliki utang sebesar Rp 202 miliar. Lewat kuasa hukumnya pada 2006, Lidya menyatakan siap melunasi semua kewajibannya. Namun hingga kini belum juga terealisasi. Lidya Mochtar pernah terdeteksi di Singapura dan Cina.

    • Bambang Sutrisno
      Terdakwa kasus penyelewengan dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI ini setidaknya merugikan negara dengan total Rp 1,5 triliun. Hakim memvonis Bambang dengan hukuman penjara seumur hidup.

      Dia juga wajib membayar denda 30 juta dan menyerahkan rumah beserta tanah kepada negara. Kasus yang sudah bergulir selama 14 tahun ini belum mencapai titik terang. Bambang Sutrisno masih buron.

    • Eko Adi Putranto
      Eko Adi Putranto adalah Komisaris Bank BHS yang juga mengemplang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI senilai Rp 2,6 triliun rupiah. Perkara ini sudah disidangkan secara in absentia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

      Hakim menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada Eko Adi Putranto. Hingga kini, tak tahu di mana Eko Adi berada. Dia pernah terdeteksi di Australia dan Singapura.

    LAURENSIA FAYOLA

    Baca juga:

    Banyak Obligor BLBI Tinggal di Singapura, Satgas Koordinasi dengan Kedutaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.