Sekjen DPR Batalkan Pengadaan Multivitamin dengan Pagu Anggaran Rp 2,09 M

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI berkeliling memberikan himbauan protokol kesehatan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 28 Juni 2021. Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat DPR, Indra Iskandar, mengatakan data terbaru Jumat, 25 Juni 2021 mencatat ada 154 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Parlemen yang mencakup 19 anggota Dewan, 36 pegawai negeri sipil, 44 pegawai pemerintah nonpegawai negeri (PPNPN), 23 tenaga ahli, dan 32 petugas kebersihan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Anggota Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR RI berkeliling memberikan himbauan protokol kesehatan di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 28 Juni 2021. Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat DPR, Indra Iskandar, mengatakan data terbaru Jumat, 25 Juni 2021 mencatat ada 154 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan Parlemen yang mencakup 19 anggota Dewan, 36 pegawai negeri sipil, 44 pegawai pemerintah nonpegawai negeri (PPNPN), 23 tenaga ahli, dan 32 petugas kebersihan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar memutuskan membatalkan pengadaan multivitamin untuk para pegawai Sekretariat Jenderal DPR dengan pagu anggaran sekitar Rp 2,09 miliar.

    "Kami memang melakukan pengadaan vitamin dengan pagu anggaran sekitar Rp 2,09 miliar, dengan menggunakan lelang cepat didapatkan pemenang dengan angka Rp 1,7 miliar. Namun setelah mendengarkan masukan publik, maka pada Kamis pagi saya putuskan untuk dibatalkan," kata dia, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 2 September 2021.

    Awalnya, kata dia, pengadaan multivitamin itu akan diberikan kepada para pegawai dan staf di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR. Mereka terdiri dari 1.308 aparatur sipil negara, 1.486 petugas pengamanan dalam 1.486, 4.344 tenaga ahli dan staf ahli, dan 718 petugas kebersihan-taman.

    Sehingga jumlah keseluruhan paket yang akan diberikan sebanyak 7.856 paket, berbentuk vitamin dan rencananya diberikan pada Juni lalu. "Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan DPR dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan anggota DPR. Karena anggota DPR sudah melalui asuransi," ujarnya.

    Menurut Indra pengadaan multivitamin tersebut dilatarbelakangi karena jumlah kasus positif Covid-19 di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR sangat tinggi, misalnya pada Agustus terdapat 551 orang. Namun sekarang tinggal 27 orang.

    Semula pemberian multivitamin tersebut termasuk dalam kebutuhan persiapan paket isolasi mandiri yang dilaksanakan Setjen DPR di Wisma DPR di Kopo, Jawa Barat. Iskandar juga menghentikan pengadaan perangkat kesehatan, salah satunya kebutuhan di pelayanan kesehatan DPR.

    "Kami akan revisi karena laboratorium darah di yankes DPR sudah sangat tua dan sering tidak bisa digunakan. Karena itu akan kami revisi untuk revitalisasi perangkat lab di Pelayanan Kesehatan DPR," ujarnya.

    Baca Juga: Pandemi Corona, Permintaan Multivitamin Naik 10 Kali Lipat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.