Cerita Istri yang Tegar Melepas Saiful Mahdi Jalani Hukuman UU ITE

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saiful Mahdi (baju putih) didampingi Tim Penasehat Hukum dari LBH Banda Aceh saat menjalani pemeriksaan di Kejari Banda Aceh pada Rabu, 27 November 2019

    Saiful Mahdi (baju putih) didampingi Tim Penasehat Hukum dari LBH Banda Aceh saat menjalani pemeriksaan di Kejari Banda Aceh pada Rabu, 27 November 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Istri dosen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Saiful Mahdi, Dian Rubianty, mengatakan eksekusi putusan yang akan dijalani suaminya menjadi pukulan luar biasa bagi keluarga. Saiful merupakan korban Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) karena mengkritik kebijakan di kampusnya.

    “Tidak ada kata-kata yang bisa saya gambarkan untuk menggambarkan pukulan dan dampak peristiwa hari ini terhadap jiwa anak-anak saya,” kata Dian dalam konferensi pers, Kamis, 2 September 2021.

    Dian menuturkan bahwa seluruh keluarga terpukul. Apalagi, ibu Saiful Mahdi sudah sepuh dan mengalami demensia. Saiful pula yang sehari-hari mengantarkan ibunya tidur.

    “Semoga beliau bisa tenang dengan doa-doa kita dan bisa tidur. Karena penderita demensia punya keterbatasan ingatan yang sangat kecil, yang hanya mengenal orang-orang tertentu,” ujarnya.

    Sejak surat pemanggilan dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh pada Senin lalu, Dian mengatakan putri bungsunya mengalami demam tinggi. Dalam gigil dan demamnya, putri bungsunya itu memeluk Saiful sembari menyampaikan agar ayahnya kuat dan berani. 

    Bahkan, kata Dian, putrinya sampai berjanji tidak akan menangis agar ayahnya tegar dan berani. Namun, Dian mengingatkan anak-anaknya agar jangan menahan tangis. Sebab, mereka berada di negara merdeka dan tidak ada larangan untuk menangis.

    Ketika Saiful pamit pada anak-anaknya, Dian menyampaikan bahwa anak-anaknya tidak satu pun yang menangis. “Bismillah melepas ayah dengan rela,” kata dia.

    Menurut Dian, bukan sekali atau dua kali Saiful pergi meninggalkan anak-anaknya untuk tugas. Tetapi, tugas kali ini adalah tugas yang berat. “Karena Bang Saiful akan menyerahkan kemerdekaannya sebagai individu karena dia tetap memilih jujur.”

    Saiful Mahdi merupakan Dosen Unsyiah yang terjerat UU ITE. Ia diadukan rekannya karena mengkritik kebijakan penerimaan CPNS.

    Saiful dituding telah melakukan pencemaran nama baik via grup Whatsapp. Pengadilan Negeri Banda Aceh kemudian menyatakan Saiful Mahdi telah melanggar UU ITE dan menjatuhi vonis tiga bulan penjara serta denda Rp 10 juta subsider 1 bulan penjara setelah melalui 18 kali sidang.

    Baca juga: Saiful Mahdi Dosen Unsyiah Kena Kasus Hukum, Istri: Ketilang Saja Tidak Pernah 

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.