Resmikan Bendungan Way Sekampung, Jokowi Ingin Produksi Pertanian Naik

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    Presiden Indonesia, Joko Widodo saat menghadiri peresmian Bendungan Napun Gete, Kabupaten Sikka, NTT, 23 Februari 2021. Foto/youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis, 2 September 2021. Bendungan ini dibangun selama lima tahun sejak 2016 dengan biaya Rp 1,78 triliun.

    Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 68 juta meter kubik dengan luas genangan 800 hektare. "Bendungan ini multifungsi, bisa untuk irigasi,
    menyediakan air baku, juga untuk pembangkit listrik serta pengendalian banjir," ujar Jokowi seperti disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 2 September 2021.

    Jokowi menyatakan bendungan ini mampu mengairi 55.000 hektare daerah irigasi yang sudah ada dan 17.500 hektare daerah irigasi baru. Bendungan Way Sekampung diharapkan dapat menyediakan air baku sebanyak 2.737 liter per detik, menjadi sumber pembangkit listrik 5,4 megawatt serta mampu mereduksi banjir dengan persentase sebanyak 8,85 persen.

    Bendungan ini terintegrasi dari Bendungan Batutegi lalu mengalir ke Bendung Agroguruh, hingga ke Bendungan Margatiga yang juga terkoneksi dengan beberapa sungai seperti Way Merabung, Way Bulak. 

    "Dengan adanya bendungan ini, intensitas tanam juga bisa ditingkatkan dari semula dua kali setahun menjadi tiga kali setahun. Artinya, produksi dipastikan meningkat dan kesejahteraan petani juga akan meningkat. Ini harapan kita," ujar Jokowi.

    Baca juga: Jokowi Kunjungi Lampung, Tinjau Vaksinasi hingga Resmikan Bendungan

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.